SUKABUMIKITA.ID – Pemerintah Kota Sukabumi kembali melaksanakan program Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah (12 PAS) yang telah memasuki Episode 10 dan 11 putaran kedua. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki didampingi Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana di RW 10 Kelurahan Benteng dan RW 09 Kelurahan Sukakarya, Rabu (10/06/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi menyalurkan bantuan modal usaha kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memberikan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan perhatian khusus, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi dan penguatan perlindungan sosial masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Sosial beserta jajaran, perwakilan BAZNAS, pihak perbankan, serta sejumlah lembaga filantropi yang selama ini menjadi mitra dalam mendukung pelaksanaan program 12 PAS.
Ayep Zaki secara langsung menyerahkan bantuan modal usaha kepada para pelaku UMKM sekaligus meninjau perkembangan usaha warga yang sebelumnya telah menerima dukungan melalui program pemberdayaan ekonomi yang digagas Pemerintah Kota Sukabumi.
Selain mendukung sektor usaha kecil, Pemkot Sukabumi juga menyalurkan bantuan kepada kelompok masyarakat penerima atensi sosial yang meliputi lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta warga yang masuk kategori desil dua berdasarkan data kesejahteraan sosial.
Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan paket sembako sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan dan perhatian khusus.

Program Atensi Sosial Berbasis Gotong Royong dan Kepedulian Bersama
Dalam keterangannya, Ayep Zaki menjelaskan bahwa program atensi sosial yang dijalankan Pemerintah Kota Sukabumi memiliki karakteristik berbeda dengan bantuan sosial yang berasal dari pemerintah pusat.
Menurutnya, program tersebut lahir dari semangat kebersamaan, gotong royong, dan budaya rereongan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk membantu warga yang membutuhkan.
“Program ini merupakan inisiatif Pemerintah Kota Sukabumi yang didukung oleh berbagai pihak yang memiliki kepedulian sosial dan ingin berbagi keberkahan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh penerima bantuan telah melalui proses pendataan dan pendampingan yang dilakukan oleh pekerja sosial dari Dinas Sosial Kota Sukabumi sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Ayep juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung keberlangsungan program 12 PAS, mulai dari BAZNAS, lembaga keuangan, dunia usaha, hingga para donatur yang secara konsisten berkontribusi dalam membantu masyarakat.
Dorong UMKM Melalui Program Qordul Hasan
Selain fokus pada bantuan sosial, Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui skema Qordul Hasan yang ditujukan bagi pelaku UMKM.
Ayep Zaki menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Menurutnya, berbagai intervensi yang dilakukan secara berkelanjutan melalui program bantuan usaha, pendampingan, dan akses pembiayaan diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
“Pemberdayaan ekonomi harus terus diperkuat agar masyarakat memiliki kesempatan untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi,” katanya.
Ia optimistis berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kota Sukabumi akan berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan, mengurangi stunting, menurunkan tingkat pengangguran, serta mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pemkot Sukabumi Optimistis Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Sukabumi juga menyampaikan rasa syukur atas capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang berhasil diraih Pemerintah Kota Sukabumi sebanyak 12 kali berturut-turut.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga tata kelola keuangan yang baik, transparan, dan akuntabel.
Ayep Zaki berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta berbagai program pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis program-program pemberdayaan dan perlindungan sosial seperti 12 PAS akan semakin memberikan manfaat nyata bagi warga serta mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang lebih merata. (Cr5)
