Ayep Zaki Targetkan Sukasai Jadi Pusat AI Pemerintah Kota Sukabumi

SUKABUMIKITA.ID – Pemerintah Kota Sukabumi terus mempercepat transformasi digital di lingkungan birokrasi dengan menyiapkan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama Sukasai (Sukabumi Smart AI). Sistem tersebut ditargetkan menjadi pusat pengelolaan data pemerintahan yang terintegrasi dalam dua tahun ke depan guna mendukung pengambilan kebijakan yang lebih cepat, akurat, transparan, dan akuntabel.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi,  Ayep Zaki, saat mengevaluasi hasil Pelatihan Artificial Intelligence (AI) yang diikuti aparatur sipil negara (ASN) di Balai Kota Sukabumi, Rabu (22/07/2026).

Evaluasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan AI yang sebelumnya diikuti perwakilan perangkat daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya aparatur menghadapi perkembangan teknologi digital.

Dalam kegiatan itu, Ayep Zaki mengapresiasi kemampuan para peserta yang telah mempresentasikan hasil pembelajaran selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, peningkatan kompetensi ASN di bidang kecerdasan buatan menjadi langkah strategis untuk mendukung modernisasi tata kelola pemerintahan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Sukabumi tidak hanya ingin memperkenalkan teknologi AI kepada ASN, tetapi juga membangun ekosistem digital yang mampu dimanfaatkan secara nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Salah satu target utama yang tengah dipersiapkan adalah menghadirkan Sukasai (Sukabumi Smart AI) sebagai sistem kecerdasan buatan yang mampu menghimpun dan mengelola seluruh data strategis dari setiap perangkat daerah secara terintegrasi.

“Melalui sistem tersebut, seluruh data strategis dari perangkat daerah akan dihimpun dan dikelola secara real time, sehingga mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih cepat, akurat, transparan, dan akuntabel,” kata Ayep Zaki.

Menurutnya, pemanfaatan AI akan memperkuat proses pengambilan keputusan pemerintah karena didukung data yang lebih lengkap dan selalu diperbarui. Dengan demikian, berbagai kebijakan yang dihasilkan diharapkan semakin tepat sasaran serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih efektif.

Ayep juga mendorong seluruh ASN untuk terus meningkatkan kemampuan di bidang kecerdasan buatan agar dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Ia menilai transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi baru, tetapi juga perubahan pola kerja birokrasi agar semakin responsif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, mengatakan evaluasi pelatihan AI merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan aparatur yang siap menghadapi era digital.

Menurut Taufik, pelatihan Artificial Intelligence telah diikuti oleh 32 peserta yang mewakili 35 perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Ia mengapresiasi hasil pembelajaran yang telah ditunjukkan para peserta dan berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan semata, melainkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di masing-masing perangkat daerah.

“Melalui Sukasai, dalam dua tahun ke depan Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan memiliki server dan sistem kecerdasan buatan sendiri sebagai pusat pengelolaan data pemerintahan yang terintegrasi,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan sistem tersebut diharapkan mampu memperkuat integrasi data antarlembaga sehingga proses koordinasi, penyusunan program, hingga evaluasi kebijakan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Selain itu, pengembangan AI di lingkungan pemerintah juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik karena keputusan yang diambil didasarkan pada data yang lebih akurat dan terkini.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan peserta menyelesaikan pelatihan, kegiatan evaluasi ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh ASN yang telah mengikuti Pelatihan Artificial Intelligence (AI).

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi menunjukkan keseriusannya dalam membangun birokrasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pengembangan Sukasai diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya pemerintahan digital yang modern, terintegrasi, dan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin cepat, efektif, serta berbasis data.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *