SUKABUMIKITA.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Sukabumi dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah menuju kemandirian fiskal.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa tema “Harmoni Dalam Kolaborasi Bersama Membangun Kota” menjadi landasan utama dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
“Maknanya, Sukabumi yang harmoni, Sukabumi bersatu. Bagaimana Sukabumi ini bersatu, berdaulat, jadi Sukabumi yang bersatu berdaulat,” ujar Ayep saat diwawancarai di rumah dinasnya, Selasa (31/03/2026).
Menurutnya, pembangunan Kota Sukabumi ke depan harus berbasis pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai instrumen utama yang bersumber dari masyarakat.
“Kita bersama-sama membangun Kota Sukabumi yang basisnya adalah APBD. Karena APBD ini adalah milik masyarakat Kota,” jelasnya.
Ayep menegaskan, tema HUT ke-112 tidak hanya menjadi slogan, tetapi akan diimplementasikan secara bertahap dalam program pembangunan. Ia menargetkan, dalam beberapa tahun ke depan Kota Sukabumi mampu mencapai kemandirian fiskal.
“Mudah-mudahan tahun kedua ini jauh lebih baik daripada tahun pertama dan saya ada target sampai dengan ulang tahun yang ke-115, Sukabumi menjadi kota yang mandiri fiskal,” ungkapnya.

Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Ayep menyebut peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai capaian yang patut diapresiasi. Pada 2025, PAD Kota Sukabumi mengalami kenaikan sebesar 12,47 persen.
“Yang paling membanggakan yang pertama, 2025 ada kenaikan. Kenaikan PAD kita 12,47 persen,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti peningkatan realisasi belanja daerah yang dinilai menjadi salah satu yang terbaik di tingkat nasional. Hingga Maret, realisasi APBD menunjukkan tren positif dengan kenaikan sekitar 9 persen secara year on year.
“Alhamdulillah sampai dengan hari ini, ada kenaikan sekitar 9 persen secara year on year. Tapi kita lihat nanti laporan resminya,” tambahnya.
Di sisi lain, Ayep menegaskan pentingnya evaluasi dalam pengelolaan anggaran daerah, khususnya terkait efisiensi belanja. Ia mendukung kebijakan efisiensi yang diinisiasi pemerintah pusat, namun mengusulkan penerapan yang lebih menyeluruh di tingkat daerah.
“Evaluasi yang pertama adalah efisiensi. Saya setuju dengan efisiensi yang diindikasikan oleh Menteri Dalam Negeri. Tapi untuk Kota Sukabumi, kami usulkan efisiensi secara totalitas, bukan hanya perjalanan dinas, tapi juga belanja barang, jasa, dan modal,” tegasnya.
Ia juga mendorong perubahan pola pengadaan agar lebih efisien, dengan memungkinkan transaksi langsung kepada produsen atau distributor tanpa melalui pihak ketiga.
“Sehingga belanja barang dan jasa dan modal bisa langsung kepada produsen atau distributor, tanpa melalui pihak ketiga, demi kepentingan efisiensi,” katanya.
Melalui momentum HUT ke-112 ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap sinergi seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan kota yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. (Cr5)
