SUKABUMIKITA.ID — Kota Sukabumi terancam tidak ambil bagian dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV Tahun 2026 akibat belum jelasnya alokasi anggaran untuk pembiayaan kontingen. Jika kondisi tersebut benar terjadi, maka untuk pertama kalinya Kota Sukabumi berpotensi absen dari pesta olahraga empat tahunan tingkat provinsi.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengakui kondisi keuangan daerah tahun 2026 saat ini tengah menghadapi tekanan serius. Hal itu disampaikan Ayep usai menghadiri kegiatan di salah satu rumah sakit, Minggu (10/05/2026).
Menurutnya, persoalan utama berasal dari belum cairnya Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang selama ini menjadi sumber penting pembiayaan berbagai program daerah.
“Kita memang agak sangat prihatin di 2026 ini, karena anggaran kita masih terkunci di TKD. TKD kita Rp156 miliar ini kena efisiensi. Ini luar biasa ya. Sehingga banyak sekali anggaran-anggaran yang kita setop,” ujarnya.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap sejumlah program prioritas daerah, termasuk persiapan kontingen Kota Sukabumi menghadapi Porprov XV Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok.
Ayep menegaskan, pemerintah daerah tidak dapat mengalokasikan anggaran pengeluaran apabila sumber pendanaannya belum tersedia secara pasti.
“Kita tunggu TKD ini entah bulan berapa masuk lagi. Karena nggak boleh membikin satu anggaran pengeluaran kalau sumbernya belum ada,” katanya.
Terkait kebutuhan anggaran kontingen Porprov yang disebut mencapai sekitar Rp5 miliar, Ayep mengaku Pemerintah Kota Sukabumi hingga kini belum dapat memastikan ketersediaannya. Padahal, sejumlah daerah lain di Jawa Barat disebut telah mulai menyiapkan pembiayaan kontingen mereka.
“Belum, kita belum bisa menentukan. Kita tunggu beberapa, mudah-mudahan beberapa minggu ya. Kalau TKD turun otomatis,” ungkapnya.
Bahkan, Ayep secara terbuka menyampaikan kemungkinan Kota Sukabumi tidak mengirimkan kontingen apabila kondisi fiskal daerah tidak memungkinkan hingga batas waktu persiapan.
“Ya kalau anggaran nggak ada gimana lagi? Kita ikhlas saja itu. Masa minjam duit? Ya nggak mungkin. Tapi kita sudah berusaha untuk menaikkan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan insan olahraga Kota Sukabumi. Sebab, keikutsertaan dalam Porprov bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, melainkan bagian penting dari pembinaan atlet daerah serta simbol eksistensi dan prestasi daerah di tingkat Jawa Barat.
Ancaman absennya Kota Sukabumi juga dinilai dapat berdampak terhadap motivasi atlet yang selama ini menjalani latihan dan persiapan menuju Porprov 2026. Selain itu, kegagalan mengirim kontingen berpotensi menghambat proses regenerasi atlet dan pembinaan cabang olahraga di daerah.
Sejumlah pihak berharap pemerintah pusat segera mencairkan TKD agar program prioritas daerah, termasuk pembinaan olahraga dan persiapan Porprov Jawa Barat 2026, dapat kembali berjalan sesuai rencana. (Cr5)
