SUKABUMIKITA.ID — Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Inovasi Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Melalui Whole of Government yang digelar di Ruang Desk Bagian Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, Senin (06/04/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari disertasi yang disusun oleh Asep Rahmat dalam Program Doktor Ilmu Sosial Bidang Kajian Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Pasundan.
FGD tersebut turut dihadiri para kepala perangkat daerah serta jajaran akademisi, termasuk profesor yang bertindak sebagai promotor dan co-promotor.
Dalam sambutannya, Bobby Maulana menyampaikan apresiasi atas keterlibatan kalangan akademisi dalam mendukung tata kelola pemerintahan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan akademisi menjadi kunci dalam merumuskan solusi terhadap berbagai persoalan sosial di daerah.
“Keterlibatan berbagai stakeholder, termasuk akademisi, sangat penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa isu kesejahteraan sosial merupakan aspek fundamental dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama dalam upaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.
Untuk itu, diperlukan pendekatan terintegrasi melalui konsep whole of government agar setiap program dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata.
Bobby juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi tengah mendorong semangat kolaborasi melalui tagline Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi, yakni “Harmoni dalam Kolaborasi Bersama Membangun Kota”.
Menurutnya, semangat tersebut menjadi respons atas tantangan efisiensi anggaran serta adanya penyesuaian transfer ke daerah, sehingga sinergi lintas sektor menjadi sangat penting dalam menjalankan program pembangunan, khususnya di bidang sosial.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menginisiasi berbagai program berbasis masyarakat melalui pendekatan pemerlu atensi sosial, yang mengedepankan kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat.
Namun demikian, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan, sehingga dukungan masyarakat, termasuk melalui kepatuhan pajak, menjadi faktor penting dalam keberhasilan program.
Dalam forum tersebut, Bobby juga menekankan pentingnya pengukuran kinerja melalui indikator key performance index (KPI) bagi setiap perangkat daerah guna memastikan efektivitas pelayanan publik.
Selain itu, transparansi dan akuntabilitas juga menjadi perhatian utama, mengingat pengawasan publik kini semakin terbuka seiring perkembangan teknologi dan media sosial.
Ia menyambut baik pelaksanaan FGD sebagai ruang diskusi strategis yang mampu memberikan masukan, perspektif, serta rekomendasi kebijakan bagi Pemerintah Kota Sukabumi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi kuat antara pemerintah, akademisi, dan seluruh stakeholder dalam merumuskan inovasi kebijakan yang implementatif, guna menjawab berbagai tantangan sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Cr5)
