Connect with us

PERISTIWA

Hari Ketiga Kebakaran TPA Cikundul Sukabumi, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Titik Api

Published

on

SUKABUMIKITA.ID — Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul, Kota Sukabumi, masih berlangsung hingga Senin (28/09/2026) sore. Memasuki hari ketiga sejak kebakaran pertama kali terjadi, petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman dan pengendalian terhadap titik-titik api yang terus menyebar.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Yelly Yumaeli, mengatakan total lahan TPA Cikundul memiliki luas sekitar 10 hektare. Dari kawasan tersebut, area yang terdampak kebakaran saat ini diperkirakan mencapai 2,3 hektare.

Namun, tidak seluruh area terdampak tersebut telah terbakar. Berdasarkan pemantauan terakhir, sekitar 1,5 hektare lahan diperkirakan telah terbakar.

“Kurang lebih 1,5 hektare yang terbakar,” ujar Yelly saat ditemui di lokasi, Senin (28/09/2026) sore.

Kebakaran Terjadi di Sejumlah Lokasi

Yelly menjelaskan, kebakaran mulai terjadi pada Sabtu (26/09) di sejumlah lokasi yang berbeda. Kemudian, pada Minggu pagi, api muncul dan meluas di zona yang memiliki luas sekitar 2,3 hektare.

“Setelah terjadi kebakaran sejak hari Sabtu, memang dengan lokasi yang berbeda. Di lokasi yang saat ini terjadi pada hari Minggu pagi kemarin, zona yang luas totalnya 2,3 hektare,” katanya.

Sebelumnya, DLH Kota Sukabumi memperkirakan area yang terbakar sekitar satu hektare. Namun, perkembangan api membuat luasan kawasan yang terdampak kemudian bertambah.

Meski demikian, DLH masih melakukan pemantauan karena sebagian area seluas 2,3 hektare tersebut belum seluruhnya terbakar.

Penyebab Api Belum Diketahui

Hingga Senin sore, DLH Kota Sukabumi belum dapat memastikan sumber awal api. Dugaan mengenai penyebab kebakaran masih bersifat sementara dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Yelly menyebut kelalaian manusia menjadi salah satu kemungkinan yang dapat memicu munculnya titik api. Salah satunya adalah puntung rokok yang dibuang sembarangan.

“Kami memang belum mengetahui sumber asalnya dari mana api. Mungkin ada dari kelalaian, orang yang merokok, mungkin membuang puntung rokok sembarangan, bisa saja yang menyulut sehingga terjadi titik api,” jelasnya.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran.

Petugas Bongkar Timbunan Sampah

Proses pemadaman di TPA Cikundul menghadapi tantangan karena titik api tidak hanya berada di permukaan, tetapi juga dapat muncul dari bagian dalam timbunan sampah.

Petugas harus membolak-balikkan timbunan untuk menemukan sekaligus menghentikan titik api yang masih menyala. Langkah tersebut membuat sejumlah bagian lahan yang sebelumnya tertutup kembali terbuka.

Kondisi cuaca juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam proses penanganan. Hujan yang sebelumnya turun di kawasan TPA dinilai belum cukup untuk memadamkan seluruh titik api.

Pada Senin, hujan kembali turun meskipun intensitasnya masih relatif kecil.

DLH Siapkan Penataan Pascakebakaran

Setelah kebakaran berhasil dikendalikan, DLH Kota Sukabumi berencana melakukan penataan kembali terhadap area yang terdampak.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni menutup kembali timbunan sampah dengan tanah. Upaya tersebut dilakukan agar material sampah yang terbuka tidak kembali menjadi sumber munculnya titik api.

“Pasca kebakaran ini, nanti kami melakukan penataan lahan kembali, mungkin melakukan penutupan, pengurugan dengan tanah untuk lahan-lahan yang kemarin terbakar sehingga sampahnya tidak kembali terbuka,” kata Yelly.

Pembuangan Sampah Tetap Berjalan

Meskipun kebakaran masih berlangsung, aktivitas pembuangan sampah ke TPA Cikundul hingga Senin sore belum dihentikan.

Yelly memastikan pelayanan persampahan tetap berjalan, meskipun terdapat penyesuaian waktu pembuangan sebagai dampak dari proses penanganan kebakaran.

Penyesuaian terutama terjadi pada ritase kendaraan pengangkut sampah. Jika sebelumnya satu kendaraan dapat melakukan dua ritase pada pagi dan siang hari, kondisi kebakaran membuat sebagian jadwal mengalami keterlambatan hingga sore.

“Untuk sementara, akibat kebakaran ini tidak membuat terganggunya pembuangan sampah. Hingga saat sekarang masih berjalan walaupun mungkin ada penyesuaian waktu pembuangan,” ungkapnya.

Puskesmas Salurkan 300 Masker

Di sisi lain, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat di sekitar kawasan TPA Cikundul.

Puskesmas Lembursitu diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada relawan maupun masyarakat yang terdampak kebakaran.

Kasubag Tata Usaha Puskesmas Lembursitu, Nina Daina, mengatakan pihaknya sejak Minggu (27/09) telah menyalurkan sekitar 300 masker kepada relawan dan warga di sekitar kawasan terdampak.

“Sejak hari kemarin, hari Minggu, kami mengupayakan memberikan masker sebanyak 300 lembar bagi para relawan dan korban yang terdampak. Kemudian kami juga membuka layanan yang sudah disiapkan seperti ambulans PSC 119 dan dari tim Puskesmas Lembursitu,” ujar Nina.

Selain pembagian masker, layanan kesehatan juga disiapkan melalui tim Puskesmas Lembursitu dan ambulans Public Safety Center (PSC) 119.

Ada Warga dan Relawan yang Membutuhkan Penanganan

Dalam pemantauan di lapangan, petugas kesehatan menemukan sejumlah warga maupun relawan yang membutuhkan penanganan.

Beberapa di antaranya mengalami luka akibat terkena api maupun knalpot ketika melakukan aktivitas penyemprotan. Petugas juga menerima keluhan sakit kepala serta melakukan pemantauan terhadap warga yang memiliki riwayat hipertensi.

Pelayanan diberikan di posko kesehatan. Apabila terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke Puskesmas Lembursitu.

Selain itu, asap tebal akibat kebakaran juga memunculkan keluhan sesak napas pada sejumlah warga.

Rusunawa Jadi Salah Satu Wilayah yang Dipantau

Untuk mengantisipasi dampak asap, petugas kesehatan melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang lokasinya relatif dekat dengan TPA Cikundul.

“Akibat asap tebal ini, ada warga yang mengeluhkan sesak napas. Saat ini kami mapping kepada beberapa wilayah, salah satunya yang terdekat di sini adalah Rusunawa yang tadi pagi sudah kami mapping,” jelas Nina.

Berdasarkan pemantauan awal, warga Rusunawa belum menunjukkan dampak kesehatan yang tergolong berat akibat asap kebakaran. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila kondisi kebakaran maupun arah penyebaran asap berubah.

Hingga Senin sore, petugas gabungan masih bersiaga di kawasan TPA Cikundul. Pemadaman terus dilakukan untuk mengendalikan titik-titik api, sementara DLH Kota Sukabumi menyiapkan penataan kembali area terdampak setelah kebakaran sepenuhnya berhasil dikendalikan. (Cr5)

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Copyright © 2026 SukabumiKita.id