SUKABUMIKITA.ID – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dalam mendukung perlindungan anak dan perluasan jaminan kesehatan bagi tenaga kerja. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi Program BPJS Kesehatan bagi dunia usaha, sekaligus sosialisasi dan pembentukan Forum Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia (APSAI), yang berlangsung di Ruang Pertemuan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi.
Kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat sinergi dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Hasan Asyari, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah semata. Menurutnya, keterlibatan sektor swasta menjadi elemen penting dalam menjawab berbagai tantangan sosial, termasuk pemenuhan hak anak dan akses jaminan kesehatan bagi pekerja.
“Perlindungan anak dan jaminan kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari dunia usaha. Karena itu, kolaborasi ini harus terus diperkuat agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Hasan Asyari, Kamis (04/66/2026).
Ia menjelaskan, pembentukan Forum APSAI merupakan langkah strategis untuk meningkatkan partisipasi dunia usaha dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku usaha dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta ramah anak.
Menurut Hasan, keberadaan APSAI tidak hanya bersifat administratif atau formalitas semata. Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan dan perhatian bersama.
Selain fokus pada perlindungan anak, kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya kepesertaan BPJS Kesehatan bagi tenaga kerja. Pemerintah menilai jaminan kesehatan merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus menjaga produktivitas sektor usaha.
“Melalui koordinasi Program BPJS Kesehatan, kami ingin meningkatkan kesadaran dunia usaha terhadap pentingnya perlindungan kesehatan bagi pekerja. Kepesertaan BPJS Kesehatan bukan hanya kewajiban, tetapi juga investasi sosial yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia,” katanya.
Pemerintah Kota Sukabumi menilai tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Karena itu, keterlibatan sektor swasta menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan berbagai program pembangunan sosial yang dijalankan pemerintah.
Di sisi lain, pembentukan Forum APSAI juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan dan meningkatkan komitmen Kota Sukabumi sebagai daerah yang ramah anak. Dunia usaha dinilai memiliki sumber daya, jejaring, serta kemampuan yang dapat mendukung pelaksanaan program sosial secara berkelanjutan.
Hasan berharap sinergi yang terbangun melalui forum tersebut dapat menghasilkan berbagai inisiatif kolaboratif yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui forum ini, kami berharap lahir berbagai program kolaboratif yang mampu memperkuat perlindungan sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjamin pemenuhan hak anak secara berkelanjutan di Kota Sukabumi,” ujarnya.
Dengan melibatkan pemerintah, BPJS Kesehatan, dan dunia usaha, Kota Sukabumi optimistis mampu membangun ekosistem pembangunan yang lebih inklusif, sehat, dan ramah anak. Namun demikian, keberhasilan forum tersebut akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan program serta komitmen seluruh pihak dalam menerjemahkan hasil koordinasi menjadi aksi nyata di lapangan.
“Semoga berbagai upaya yang dilakukan dapat mendukung terwujudnya kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” pungkas Hasan. (Cr5)
