SUKABUMIKITA.ID – Pemerintah Kota Sukabumi memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui rapat koordinasi dan evaluasi di Balai Kota Sukabumi, Kamis (11/06/2026).
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Rapat juga dihadiri jajaran Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program (P3) MBG, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kota Sukabumi, serta perwakilan 55 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di tujuh kecamatan.
Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan. Selain itu, peserta juga mengevaluasi pelaksanaan program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

MBG Jadi Investasi Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam sambutannya, Korwil BGN Kota Sukabumi, Septo Suharyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus mendukung pelaksanaan program MBG.
Ia juga mengucapkan selamat kepada kepengurusan baru Satgas P3 MBG Kota Sukabumi. Menurutnya, satgas memiliki peran penting dalam memperkuat koordinasi dan pengawasan program di lapangan.
Septo menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi besar pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Program tersebut menyasar peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kelompok tersebut menjadi prioritas karena membutuhkan pemenuhan gizi yang optimal.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi besar bangsa dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Generasi Indonesia Emas 2045. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan gizi peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Septo.
Layani Lebih dari 131 Ribu Penerima Manfaat
Septo menjelaskan, program MBG saat ini telah menjangkau 131.954 penerima manfaat di Kota Sukabumi.
Sebanyak 55 SPPG aktif menjalankan pelayanan dan distribusi program kepada masyarakat. Keberadaan SPPG menjadi tulang punggung pelaksanaan MBG di tingkat lapangan.
Kecamatan Cikole mencatat jumlah penerima manfaat terbanyak. Wilayah tersebut melayani 27.515 penerima manfaat melalui 11 SPPG.
Kecamatan Warudoyong berada di posisi berikutnya dengan 21.837 penerima manfaat dan sembilan SPPG. Kecamatan Citamiang melayani 21.009 penerima manfaat melalui sembilan SPPG.
Sementara itu, Kecamatan Cibeureum melayani 18.498 penerima manfaat dengan tujuh SPPG. Kecamatan Gunungpuyuh memiliki 16.264 penerima manfaat yang didukung delapan SPPG.
Kecamatan Lembursitu mencatat 16.144 penerima manfaat dengan enam SPPG. Adapun Kecamatan Baros melayani 10.687 penerima manfaat melalui lima SPPG.
“Secara keseluruhan saat ini Kota Sukabumi telah didukung oleh 55 SPPG aktif yang menjadi ujung tombak pelayanan program kepada masyarakat,” jelasnya.

Perkuat Koordinasi dan Kualitas Layanan
Septo menilai rapat koordinasi ini memiliki peran strategis. Forum tersebut tidak hanya mengevaluasi pelaksanaan program, tetapi juga memperkuat komunikasi antar seluruh unsur yang terlibat.
Menurutnya, pemerintah daerah, satgas, korcam, dan kepala SPPG harus terus menjaga sinergi. Langkah itu penting untuk memastikan layanan berjalan optimal.
Ia menambahkan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada anggaran dan sarana pendukung. Kekompakan seluruh pihak juga menentukan kualitas layanan dan ketepatan distribusi bantuan.
Selain itu, setiap pelaksana harus menjaga standar gizi sesuai ketentuan program. Dengan demikian, manfaat MBG dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Kehadiran Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dalam rapat tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap program prioritas nasional tersebut.
Melalui rapat koordinasi dan evaluasi ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menyusun langkah strategis yang lebih efektif. Upaya tersebut penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas manfaat Program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat Kota Sukabumi. (Cr5)
