SUKABUMIKITA.ID — Kepedulian alumni terhadap almamater kembali ditunjukkan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMAN 3 Kota Sukabumi melalui program rutin “Nyaah Ka Adi”. Memasuki bulan ke-9 pelaksanaan, program tersebut kini diperluas dengan penambahan bantuan berupa 30 stel seragam sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Kegiatan yang digelar di lingkungan sekolah itu berlangsung sederhana, namun sarat makna. Di tengah keterbatasan pembiayaan pendidikan non-formal, kehadiran alumni menjadi solusi nyata yang menjembatani kebutuhan siswa melalui semangat gotong royong.
Ketua Harian IKA SMANTI Sukabumi, Dera Andriana, mengatakan bahwa program “Nyaah Ka Adi” merupakan agenda bulanan yang konsisten dijalankan sebagai bentuk tanggung jawab moral alumni terhadap adik kelas.
“Ini sudah masuk bulan ke-9. Awalnya fokus pada bantuan kadeudeuh, tapi melihat kebutuhan di lapangan, kami menambah program pembagian seragam untuk siswa kurang mampu,” ujarnya, Selasa (21/04/2026).
Menurut Dera, seragam sekolah bukan sekadar kebutuhan administratif, tetapi juga berpengaruh terhadap rasa percaya diri siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Ia menyebutkan, masih banyak siswa yang harus menunda mengganti seragam karena keterbatasan ekonomi keluarga.
“Hal kecil seperti ini sering luput dari perhatian, padahal dampaknya besar terhadap psikologis anak,” tambahnya.

Untuk menjaga transparansi, IKA SMANTI melibatkan Komite Sekolah sebagai pihak yang menyaksikan kegiatan. Hal ini dilakukan guna menghindari potensi kesalahpahaman di tengah sensitifnya isu bantuan pendidikan.
“Program ini murni dari alumni. Komite kami undang hanya untuk menyaksikan, bukan sebagai pelaksana,” tegas Dera.
Ke depan, pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komite dan orang tua siswa, agar program tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 3 Sukabumi, Asep Rahmat Kurniawan, mengaku merasakan langsung dampak positif dari kontribusi alumni. Menurutnya, kehadiran IKA saat ini menjawab harapan lama sekolah.
“Sekarang kita benar-benar merasakan memiliki IKA yang aktif dan peduli. Kontribusinya nyata dan langsung menyentuh kebutuhan sekolah,” ujar pria yang akrab disapa Arko.
Ia menjelaskan, sekolah saat ini memiliki keterbatasan dalam menghimpun dana di luar anggaran pemerintah. Oleh karena itu, dukungan alumni menjadi salah satu penopang penting dalam berbagai kegiatan sosial maupun momentum tertentu.
“Sekolah hanya mengandalkan dana pemerintah. Dengan adanya IKA, kami sangat terbantu,” jelasnya.
Lebih jauh, Arko menilai kolaborasi antara sekolah dan alumni merupakan bentuk sinergi ideal dalam dunia pendidikan. Tidak hanya membantu secara materiil, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara generasi.
“Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama. Harapannya sinergi ini terus terjaga,” pungkasnya. (Cr5)
