SUKABUMIKITA.ID — Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Lintas Umat Beragama ke-12 yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Sukabumi tetap berlangsung pada tahun 2026, meskipun jumlah bantuan yang disalurkan mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kegiatan bertema “FKUB Peduli Sejahterakan Umat untuk Kota Sukabumi Bercahaya” tersebut dilaksanakan di Lapang Apel Bakesbangpol Kota Sukabumi, yang berada di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Cikole, pada Sabtu (14/03/2026).
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia hanya mampu menyalurkan sekitar 400 lebih paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di Kota Sukabumi.
Jumlah Bantuan Turun Signifikan
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Sukabumi, Ade Munhyar, mengatakan bahwa penurunan jumlah bantuan pada tahun ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, dalam pelaksanaan baksos lintas agama yang telah digelar sebanyak 12 kali tersebut, tahun 2026 menjadi salah satu periode dengan jumlah bantuan paling sedikit.
“Dari 12 kali kita melaksanakan bakti sosial, tahun inilah yang mengalami penurunan cukup lumayan. Tahun kemarin, 2025, kita masih bisa membagi sekitar 814 paket, sebelumnya bahkan sampai seribuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini jumlah paket bantuan yang berhasil dihimpun bahkan tidak mencapai 500 paket.
“Tahun ini yang terpuruk hanya kurang dari 500 paket, kebeli sedikit lah untuk tahun ini. Tapi Alhamdulillah tetap bisa kita laksanakan sesuai dengan program yang sudah menjadi rutinitas,” katanya.
Dampak Kondisi Ekonomi
Ade menilai menurunnya jumlah bantuan yang disalurkan pada tahun ini kemungkinan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat maupun para donatur.
Meski demikian, pihaknya tetap bersyukur kegiatan tersebut masih dapat dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial lintas agama.
“Dampak berkurangnya jumlah bantuan di tahun ini mungkin dari faktor ekonomi. Itulah yang terjadi tahun ini, tapi Alhamdulillah kita masih bisa melaksanakan kegiatan ini,” ungkapnya.
Wujud Kerukunan Antarumat Beragama
Menurut Ade, kegiatan bakti sosial lintas umat beragama ini merupakan salah satu bentuk partisipasi FKUB dalam membantu meringankan beban pemerintah, khususnya dalam upaya penanggulangan kemiskinan di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
“Kita masih komitmen ingin membantu masyarakat yang kurang mampu, terutama umat-umat yang dulu mungkin belum tercover oleh pemerintah. Biasanya fokus pemerintah kepada masyarakat muslim, tapi kita di FKUB juga memperhatikan masyarakat non-muslim, jadi kita bagi rata,” jelasnya.
Ade berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh nyata bahwa kerukunan antarumat beragama tidak hanya sebatas slogan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
“Kita coba lakukan bahwa kerukunan itu bukan sebatas simbol atau slogan. Tapi bagaimana rukun itu kita lakukan, kita laksanakan sampai ke bawah, untuk saling memperhatikan, saling menjunjung, saling menopang, saling bergotong royong, dan saling membantu,” tambahnya.
Kegiatan Bakti Sosial Lintas Umat Beragama ke-12 ini dihadiri oleh berbagai tokoh lintas agama, unsur pemerintah daerah, serta masyarakat. Agenda tersebut menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian sosial antarumat beragama dalam membangun keharmonisan di Kota Sukabumi. (Cr5)
