SUKABUMI

Bobby Maulana Sambut Policy Brief Mahasiswa Sukabumi Raya

Published

on

SUKABUMIKITA.ID — Persoalan kemiskinan, pengangguran, kesiapan sektor pariwisata menghadapi pembukaan akses jalan tol, hingga evaluasi janji politik dan kinerja pemerintahan menjadi sejumlah isu yang dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Mahasiswa Sukabumi Raya.

Forum diskusi yang berlangsung di Laska Hotel Sukabumi, Jumat (6/11/2026), tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan, di antaranya Cipayung Plus, serta unsur Polres Sukabumi Kota dan perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota maupun Kabupaten Sukabumi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menghadirkan ruang dialog untuk menyampaikan gagasan, pandangan kritis, serta evaluasi terhadap berbagai persoalan pembangunan di wilayah Sukabumi Raya, baik Kota maupun Kabupaten Sukabumi.

Bobby Maulana menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang menggelar forum diskusi tersebut. Menurutnya, keterlibatan kalangan mahasiswa dalam mengawal pembangunan daerah melalui penyampaian gagasan dan masukan merupakan hal positif yang perlu disambut baik oleh pemerintah.

Ia juga menyampaikan refleksi terhadap perjalanan pemerintahan selama dua tahun terakhir. Evaluasi tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari keterbukaan pemerintah dalam menerima pandangan dan kritik masyarakat.

Mahasiswa Siapkan Policy Brief untuk Pemerintah

Salah satu hal yang mendapat perhatian dalam FGD tersebut adalah rencana mahasiswa menyusun policy brief atau dokumen rekomendasi kebijakan dalam kurun waktu 10 hari ke depan.

Dokumen tersebut diharapkan memuat hasil kajian, analisis, serta rekomendasi mahasiswa terhadap sejumlah persoalan strategis di Sukabumi Raya. Hasilnya nantinya akan menjadi bahan pembahasan bersama Pemerintah Kota Sukabumi.

Bobby menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai penyampaian aspirasi melalui kajian dan diskusi intelektual dapat menjadi pendekatan konstruktif dalam memberikan masukan kepada pemerintah.

Menurutnya, aspirasi masyarakat tidak hanya dapat disampaikan melalui aksi demonstrasi di jalan, tetapi juga melalui pemikiran, penelitian, dan rekomendasi kebijakan yang disusun secara objektif.

Masukan yang disampaikan secara simbolis dalam kegiatan tersebut juga akan diteruskan untuk dibahas bersama Wali Kota Sukabumi dan jajaran perangkat daerah terkait.

Evaluasi Kemiskinan, Pengangguran, dan Pembangunan Daerah

Selain membahas mekanisme penyampaian aspirasi, FGD Mahasiswa Sukabumi Raya turut menyoroti sejumlah tantangan pembangunan daerah.

Isu yang dibicarakan mencakup kesiapan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menghadapi pembukaan akses jalan tol. Kesiapan tersebut menjadi salah satu perhatian mengingat perkembangan aksesibilitas wilayah berkaitan dengan peluang dan tantangan bagi sektor ekonomi daerah.

Persoalan kemiskinan dan pengangguran juga masuk dalam pembahasan. Mahasiswa turut mengangkat evaluasi terhadap janji politik serta kinerja pemerintahan selama dua tahun kepemimpinan.

Bobby Maulana menegaskan bahwa pemerintah tidak terlepas dari berbagai persoalan dalam menjalankan kebijakan. Karena itu, masukan kritis dari mahasiswa, akademisi, dosen, dan kalangan cendekiawan dibutuhkan sebagai bahan evaluasi.

Masukan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah mengukur pelaksanaan kebijakan sekaligus menjadi pertimbangan dalam memperbaiki program dan kebijakan yang akan dijalankan.

Melalui forum ini, komunikasi antara pemerintah, mahasiswa, kepolisian, dan berbagai unsur masyarakat diharapkan terus terbangun. Hasil kajian serta rekomendasi yang disusun mahasiswa selanjutnya akan menjadi bagian dari bahan pembahasan dalam mendorong pembangunan Kota dan Kabupaten Sukabumi. (Cr5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version