POLITIK

‎Golkar Jabar Targetkan Musda Rampung 25 November 2026, H. Gundar Kolyubi Menguat di Kota Sukabumi

Published

on

SUKABUMIKITA.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat menargetkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI tingkat kabupaten dan kota se-Jawa Barat rampung pada November 2026. Agenda konsolidasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengevaluasi capaian politik Pemilu 2024 sekaligus mempersiapkan strategi pemenangan menghadapi kontestasi politik 2029.

‎Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa Barat V untuk Kota dan Kabupaten Sukabumi, Feri Sri Astrina, mengatakan evaluasi terhadap capaian dan target politik di 27 kabupaten dan kota menjadi salah satu fokus konsolidasi organisasi Golkar Jawa Barat.

‎Menurut Feri, langkah tersebut diperlukan untuk mengukur hasil kerja politik sebelumnya, memperkuat struktur organisasi, serta menyusun strategi yang lebih terarah menjelang Pemilu 2029.

‎“Dalam pelaksanaan konsolidasi organisasi, DPD Golkar Jawa Barat melaksanakan rapat evaluasi capaian dan target politik di 27 kota dan kabupaten pada pelaksanaan agenda politik tahun 2024. Termasuk membahas pelaksanaan Musda XI Partai Golkar di tingkat kota dan kabupaten se-Jawa Barat,” ujar Feri, Senin (19/10/2026).

‎Ia menjelaskan, penyelesaian Musda di seluruh daerah ditargetkan paling lambat pada November 2026. Karena itu, setiap daerah perlu mempersiapkan proses konsolidasi agar pelaksanaan Musda berjalan sesuai agenda dan menghasilkan kepengurusan yang mampu memperkuat organisasi.

‎Feri menambahkan, sebagai pengurus DPD Golkar Jawa Barat yang membidangi pemenangan pemilu untuk wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, dirinya juga memiliki tanggung jawab menyusun rancangan besar atau grand design pemenangan politik.

‎Perencanaan tersebut, kata dia, perlu dilakukan sejak dini dengan mempertimbangkan kekuatan kader, kondisi organisasi, serta kebutuhan konsolidasi hingga tingkat bawah. Dengan persiapan yang matang, Golkar diharapkan mampu meningkatkan capaian politiknya pada Pemilu 2029.

‎H. Gundar Kolyubi Disebut Mendapat Mandat Lisan

‎‎Di tingkat Kota Sukabumi, dinamika menjelang Musda XI juga mengarah pada sosok H. Gundar Kolyubi. Berdasarkan keterangan Feri, Gundar telah menerima penyampaian mandat secara lisan dari pimpinan DPD Golkar Jawa Barat untuk memimpin DPD Golkar Kota Sukabumi periode 2025–2030.

‎Penyampaian tersebut disebut berlangsung pada Rabu (14/10/2026) di Hotel Horison. Ketua DPD Golkar Jawa Barat Daniel Muttaqien dan Sekretaris DPD Golkar Jawa Barat Ahmad Hidayat disebut menyampaikan pernyataan itu di hadapan para ketua pimpinan kecamatan serta pimpinan organisasi sayap yang didirikan maupun mendirikan Partai Golkar.

‎Pertemuan tersebut juga disaksikan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kota Sukabumi, H. Carli Dahlan, dan Sekretaris DPD Golkar Kota Sukabumi, H. Hasen.

‎Feri menilai, kepercayaan terhadap Gundar tidak terlepas dari dukungan sejumlah tokoh Golkar. Ia menyebut Hj. Dewi Asmara, anggota DPR RI; Phinera Wijaya, anggota DPRD Jawa Barat; serta mantan Ketua DPD Golkar Kota Sukabumi, H. Andri Setiawan Hamami, sebagai tokoh yang memberikan dukungan kepada Gundar.

‎Dukungan tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk memperkuat konsolidasi internal partai menjelang Musda XI.

‎Meski demikian, Feri menyampaikan informasi mengenai mandat secara lisan. Hal itu perlu dibedakan dari keputusan formal organisasi. Penetapan ketua dan kepengurusan DPD Golkar Kota Sukabumi tetap harus mengacu pada mekanisme Musda, ketentuan internal partai, serta keputusan resmi yang berlaku.

‎Dengan demikian, posisi Gundar dalam dinamika Musda XI masih perlu ditempatkan dalam konteks proses konsolidasi organisasi, sementara kepastian kepemimpinan harus merujuk pada keputusan yang sah.

‎Konsolidasi hingga Tingkat Kecamatan

‎Feri berharap, apabila ditetapkan melalui mekanisme resmi, kepemimpinan Gundar dapat membawa Golkar Kota Sukabumi menjadi organisasi yang lebih solid dan mampu menjalankan kerja politik secara efektif.

‎Menurut dia, penguatan partai tidak cukup hanya dilakukan di tingkat pimpinan. Konsolidasi perlu menjangkau pengurus kecamatan, kader, dan organisasi sayap agar seluruh struktur bergerak dalam arah dan tujuan yang sama.

‎Selain memperkuat organisasi, Golkar juga perlu menyelaraskan target politik di daerah dengan strategi pemenangan yang disusun di tingkat provinsi. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kesiapan menghadapi persaingan politik pada 2029.

‎Namun, keberhasilan konsolidasi tidak semata-mata ditentukan oleh terpilihnya seorang ketua atau besarnya dukungan elite. Soliditas internal, kaderisasi, kemampuan menyerap aspirasi masyarakat, serta kualitas kerja politik menjadi faktor yang turut menentukan kepercayaan publik terhadap partai.

‎Karena itu, Musda XI diharapkan tidak hanya menjadi agenda pergantian atau penataan kepengurusan, tetapi juga momentum evaluasi untuk memperbaiki kinerja organisasi dan merumuskan program politik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

‎DPD Golkar Jawa Barat menargetkan rangkaian Musda tingkat kabupaten dan kota selesai pada November 2026, dengan target penyelesaian yang disebutkan dalam keterangan tersebut pada 25 November 2026. Tahapan ini menjadi bagian dari persiapan organisasi untuk menghadapi agenda politik berikutnya.

‎Bagi Golkar Kota Sukabumi, tantangan ke depan adalah memastikan konsolidasi berjalan secara menyeluruh, proses penetapan kepemimpinan berlangsung sesuai aturan, dan strategi pemenangan 2029 diterjemahkan menjadi kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Exit mobile version