PEMERINTAHAN

Realisasi Anggaran Bappeda Kota Sukabumi 2025 Capai 98,92 Persen

Published

on

SUKABUMIKITA.ID – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi mencatat realisasi anggaran sebesar 98,92 persen sepanjang tahun anggaran 2025. Meski tingkat penyerapan anggaran tergolong tinggi, penguatan kualitas perencanaan, pemerataan inovasi, dan konsistensi antara perencanaan dengan penganggaran masih menjadi pekerjaan yang perlu ditindaklanjuti.

Berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2025, Bappeda Kota Sukabumi merealisasikan anggaran sebesar Rp17.373.445.168 dari total anggaran setelah perubahan sebesar Rp17.563.681.045.

Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp190,24 juta antara anggaran yang dialokasikan dan realisasi penggunaannya.

Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Hasan Asy’ari, menjelaskan bahwa capaian kinerja tersebut mengacu pada hasil pengukuran terhadap target yang telah ditetapkan dalam perjanjian kinerja tahun 2025.

Menurutnya, evaluasi dilakukan untuk mengukur pelaksanaan program dan kegiatan sekaligus menjadi bahan perbaikan dalam penyelenggaraan program pada tahun berikutnya.

“Capaian kinerja ini menjadi gambaran pelaksanaan program dan kegiatan Bappeda selama 2025. Evaluasi dilakukan untuk memastikan target yang telah ditetapkan dapat tercapai serta menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan program pada tahun berikutnya,” ujarnya.

Empat Indikator Sasaran Strategis Capai 98–100 Persen

Dari sisi capaian kinerja, empat indikator sasaran strategis Bappeda Kota Sukabumi mencatat realisasi antara 98 hingga 100 persen dari target yang telah ditentukan.

Sepanjang 2025, Bappeda melaksanakan empat program, 17 kegiatan, dan 77 subkegiatan. Seluruhnya diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan, penelitian, dan pengembangan daerah.

Meski demikian, tingginya realisasi anggaran dan capaian indikator kinerja tidak serta-merta menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pembangunan. Efektivitas program juga perlu dilihat dari kesesuaian antara perencanaan, penggunaan anggaran, dan manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.

Hasan menegaskan, kualitas perencanaan harus terus diperkuat agar pelaksanaan program tidak hanya memenuhi target administratif, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat.

“Ke depan, kualitas perencanaan harus terus diperkuat agar program yang dilaksanakan tidak hanya memenuhi target administratif, tetapi juga semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” paparnya.

Inklusivitas dan Sinkronisasi Anggaran Jadi Perhatian

Dalam evaluasi kinerja 2025, sejumlah isu strategis masih menjadi perhatian Bappeda Kota Sukabumi. Isu tersebut meliputi peningkatan inklusivitas perencanaan bagi kelompok rentan, konsistensi antara perencanaan dan penganggaran, efektivitas pengendalian dan evaluasi, serta pemerataan inovasi dan riset.

Peningkatan inklusivitas diperlukan agar proses penyusunan kebijakan pembangunan turut mempertimbangkan kebutuhan kelompok rentan. Sementara itu, konsistensi perencanaan dan penganggaran menjadi faktor penting agar program yang telah ditetapkan dapat didukung alokasi anggaran yang sesuai.

Di sisi lain, pengendalian dan evaluasi perlu memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai sasaran. Pemerataan inovasi dan riset juga dibutuhkan agar hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih terukur dan adaptif.

Sejumlah aspek tersebut menjadi penting untuk memastikan pengelolaan anggaran tidak berhenti pada tingginya tingkat penyerapan, tetapi juga menghasilkan program yang relevan dengan persoalan dan kebutuhan masyarakat Kota Sukabumi.

Hasil evaluasi kinerja tahun 2025 selanjutnya menjadi bahan perbaikan berkelanjutan bagi Bappeda. Penguatan koordinasi lintas sektor, akuntabilitas, dan kualitas perencanaan diharapkan dapat mendukung pembangunan daerah yang transparan serta berorientasi pada hasil.

Bappeda Kota Sukabumi diharapkan terus memastikan setiap program pembangunan memiliki sasaran yang jelas, didukung perencanaan dan penganggaran yang konsisten, serta memberikan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (Cr5)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Exit mobile version