SUKABUMI

Forwacib Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan, Perkuat Persatuan dan Toleransi di Sukabumi

Published

on

SUKABUMIKITA.ID – Forum Warga Cibeureum Bersatu (Forwacib) menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat semangat nasionalisme, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

‎Mengusung jargon “Dari Cibeureum Untuk Sukabumi”, seminar tersebut mengambil tema “Menguatkan Persatuan, Menjaga Pancasila dan Merawat Kebhinekaan”. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya wawasan kebangsaan di tengah keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan adat istiadat di Indonesia.

‎Ketua Forwacib, Dadang Hermawan, mengatakan seminar tersebut diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya menjaga semangat nasionalisme, khususnya dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda.

‎Menurut Dadang, semangat Sumpah Pemuda yang diwariskan oleh para pendahulu bangsa harus terus dipelihara dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Persatuan, kata dia, tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi perlu dibuktikan melalui sikap saling menghormati, menjaga toleransi, dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.

‎Melalui kegiatan tersebut, Forwacib ingin mendorong masyarakat agar semakin memahami pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta merawat kebhinekaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

‎Seminar ini menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai unsur, yakni Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Sukabumi, Agus Gultom; Ketua KNPI Kota Sukabumi, Tantan Sutandi; serta anggota DPRD Kota Sukabumi, Iyus Yusuf.

‎Para pemateri memberikan pemahaman mengenai pentingnya persatuan, nasionalisme, toleransi, serta peran masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial dan keutuhan bangsa.

‎Dalam pemaparannya, Kepala Bakesbangpol Kota Sukabumi, Agus Wawan Gultom, menegaskan bahwa wawasan kebangsaan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan Indonesia yang terdiri atas beragam suku, bahasa, agama, adat istiadat, dan latar belakang budaya.

‎Menurut Agus, keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Namun, perbedaan yang tidak disikapi secara bijaksana juga berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan mengganggu kerukunan masyarakat.

‎“Kita terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, adat istiadat. Kita harus memelihara kebhinekaan. Ketika muncul masalah SARA, suku, dan agama, potensi konfliknya sangat luar biasa,” ujar Agus, Rabu (28/10/2026).

‎Ia menilai, pemahaman wawasan kebangsaan perlu terus diperkuat agar masyarakat mampu menyikapi perbedaan secara dewasa, mengedepankan dialog, serta tidak mudah terprovokasi oleh persoalan yang berkaitan dengan identitas kelompok.

‎Agus juga menyoroti persoalan toleransi yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah di Indonesia. Ia menyebut masih adanya penolakan terhadap kegiatan keagamaan kelompok lain maupun pembangunan rumah ibadah di beberapa wilayah.

‎“Kondisi faktual di lapangan saat ini, ada beberapa daerah yang masih menolak kegiatan keagamaan orang lain. Ada beberapa daerah yang masih menolak pembangunan rumah ibadah,” ungkapnya.

‎Menurut Agus, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa upaya membangun kehidupan masyarakat yang harmonis masih membutuhkan perhatian dan komitmen bersama. Nilai-nilai toleransi perlu terus ditanamkan melalui pendidikan, kegiatan kemasyarakatan, serta forum dialog yang melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang.

‎Ia menambahkan, potensi konflik yang bersumber dari persoalan agama, ras, suku, dan adat istiadat perlu diantisipasi melalui penguatan persatuan serta kesadaran untuk menerima dan menghargai keberagaman.

‎“Karena potensi konflik di Indonesia cukup terbuka, dari sisi agama, ras, suku, adat, maka kuncinya kita harus mencintai perbedaan. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, maka kuatkan persatuan untuk keutuhan bangsa ini,” pungkasnya.

‎Seminar Wawasan Kebangsaan yang digelar Forwacib menjadi momentum untuk kembali mengingat nilai historis Sumpah Pemuda, yang menegaskan tekad generasi muda Indonesia untuk bersatu dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia.

‎Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat saat ini, terutama dalam menjaga kerukunan di tengah perbedaan pandangan, latar belakang sosial, budaya, dan keyakinan.

‎Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami wawasan kebangsaan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi tersebut dapat diwujudkan melalui sikap menghormati hak orang lain, menjaga lingkungan sosial yang kondusif, serta berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

‎Keterlibatan unsur pemerintah, organisasi kepemudaan, legislatif, dan masyarakat dalam seminar tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga persatuan dan keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab bersama.

‎Dengan semangat “Dari Cibeureum Untuk Sukabumi”, Forwacib diharapkan dapat terus berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, memperkuat nilai-nilai Pancasila, serta menjaga kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa Indonesia.

‎Peringatan Hari Sumpah Pemuda melalui kegiatan edukatif seperti ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persatuan harus terus dirawat melalui sikap saling menghargai, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun Kota Sukabumi dan Indonesia yang lebih damai, kokoh, dan berkeadilan. (Cr5) 

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Exit mobile version