PEMERINTAHAN
Beasiswa Bercahaya Bantu 333 Mahasiswa, Revitalisasi Stadion Surken Masih Jadi Pekerjaan Rumah
SUKABUMIKITA.ID – Memasuki tahun kedua pemerintahan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus pembangunan daerah. Melalui program Beasiswa Bercahaya, Pemerintah Kota Sukabumi mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 miliar pada 2026 untuk membantu biaya pendidikan 333 mahasiswa. Namun, di sisi lain, rencana revitalisasi Stadion Suryakencana atau Stadion Surken masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kebutuhan pendanaan hingga persiapan teknis.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (PPED) Bappeda Kota Sukabumi, Asep Supriadi, mengatakan evaluasi pembangunan diperlukan untuk mengukur manfaat program yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi solusi terhadap agenda pembangunan yang belum terealisasi.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari jumlah program yang dilaksanakan. Kemampuan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai kendala dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat juga menjadi bagian penting dari evaluasi.
Beasiswa Bercahaya Bantu Biaya Pendidikan 333 Mahasiswa
Salah satu program yang terus didorong Pemkot Sukabumi adalah Beasiswa Bercahaya. Pada 2026, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.073.250.000 untuk membantu biaya pendidikan 333 mahasiswa asal Kota Sukabumi.
Anggaran program beasiswa tersebut diperkirakan meningkat pada 2027. Penambahan dukungan anggaran diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi.
“Program ini menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM. Pendidikan diharapkan mampu membuka kesempatan masyarakat memperbaiki taraf hidup sekaligus mengurangi risiko kemiskinan dan pengangguran,” jelas Asep, Selasa (20/10).
Menurut Asep, peningkatan akses pendidikan merupakan bagian dari upaya jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Dengan kesempatan pendidikan yang lebih terbuka, masyarakat diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup.
Pemberdayaan Masyarakat Didukung Berbagai Program
Selain sektor pendidikan, Pemkot Sukabumi juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang menyasar sejumlah kelompok.
Dukungan diberikan kepada guru ngaji, marbot, guru madrasah, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sektor sosial dan ekonomi masyarakat.
Pemkot Sukabumi juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,9 miliar untuk Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW). Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan lingkungan berdasarkan kebutuhan masyarakat di tingkat RW.
Sementara itu, calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) mendapatkan dukungan subsidi sebesar Rp2,5 juta untuk membantu persiapan bekerja di luar negeri.
Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa agenda pembangunan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga menyentuh pemberdayaan ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat.
Revitalisasi Stadion Surken Masih Terkendala Pendanaan dan Teknis
Di tengah pelaksanaan berbagai program tersebut, revitalisasi Stadion Suryakencana masih menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah kota.
Besarnya kebutuhan biaya membuat Pemkot Sukabumi perlu menjajaki peluang pendanaan dari pihak ketiga. Namun, persoalan revitalisasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan anggaran.
Asep menjelaskan, pembenahan stadion harus direncanakan secara menyeluruh. Pemerintah perlu memperhatikan kondisi bangunan, keterbatasan lahan, aksesibilitas, hingga penataan fasilitas pendukung.
Sejumlah bagian stadion yang mengalami kerusakan akibat penggunaan untuk berbagai kegiatan juga membutuhkan evaluasi. Hal itu diperlukan agar rencana perbaikan dapat disusun sesuai standar dan kebutuhan yang dituju.
Selain kondisi fisik bangunan, persoalan lalu lintas di sekitar stadion turut menjadi perhatian. Pengaturan arus kendaraan dan upaya mengurangi potensi kemacetan perlu dimasukkan dalam perencanaan agar aktivitas stadion tidak menambah beban mobilitas masyarakat.
Karena itu, pemerintah kota masih perlu mematangkan konsep revitalisasi, termasuk mempertimbangkan kebutuhan konsultan perencana untuk menyusun desain dan perhitungan teknis secara terukur.
Menurut Asep, kesiapan pendanaan, perencanaan teknis, dan penataan kawasan merupakan faktor penting agar rencana revitalisasi dapat berlanjut ke tahap pelaksanaan.
Evaluasi Pembangunan Jadi Penentu Keberlanjutan Program
Asep menegaskan, evaluasi pembangunan menjadi instrumen penting untuk memastikan program unggulan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Evaluasi juga diperlukan untuk mendorong penyelesaian agenda pembangunan yang masih tertunda.
Memasuki tahun kedua pemerintahan Ayep Zaki dan Bobby Maulana, tantangan pemerintah kota tidak hanya menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan, tetapi juga memperluas manfaatnya dan mencari solusi terhadap berbagai pekerjaan rumah pembangunan daerah.
Dengan demikian, keberhasilan pembangunan Kota Sukabumi tidak semata-mata diukur dari banyaknya program yang diluncurkan atau besarnya anggaran yang dialokasikan. Hal yang lebih penting adalah dampak yang dirasakan masyarakat serta kemampuan pemerintah menuntaskan agenda pembangunan yang masih menghadapi kendala. (Cr5)