KESEHATAN

‎Pemkot Sukabumi Terima 977 Paket OAT untuk Penanganan TBC Anak

Published

on

SUKABUMIKITA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC), khususnya pada anak. Penguatan tersebut ditandai dengan diterimanya bantuan 977 paket Obat Anti Tuberkulosis (OAT) anak dari PT Indofarma (Persero).

‎Bantuan tersebut diserahkan melalui program Indofarma Hadir untuk Penanggulangan TB Anak kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi dalam kegiatan di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Senin (21/09/2026).

‎Penyerahan bantuan disaksikan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki bersama jajaran Pemkot Sukabumi, Direktur PT Indofarma Sahat Sihombing beserta jajaran, Dinkes Kota Sukabumi, serta Tim Kerja TB Provinsi Jawa Barat.

‎Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki mengatakan, penanganan TBC menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam menangani persoalan kesehatan sekaligus kerentanan sosial masyarakat.

‎Menurut Ayep, penanggulangan TBC membutuhkan upaya yang konsisten dan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah atau tenaga kesehatan. Kolaborasi dengan berbagai pihak dinilai diperlukan agar penanganan dapat berjalan secara berkelanjutan.

‎”Fokus di Kota Sukabumi menyelesaikan penyakit sosial, salah satunya TBC. Penyakit kemiskinan, kebodohan, stunting, pengangguran akan kami benahi dalam 5 sampai 10 tahun ke depan,” kata Ayep.

Pemkot Sukabumi Siapkan Pemeriksaan Anak Sekolah

‎Ayep mengatakan, persoalan TBC berkaitan dengan berbagai aspek kerentanan masyarakat. Karena itu, Pemkot Sukabumi akan memperkuat upaya pencegahan, pemeriksaan, hingga pengobatan terhadap masyarakat yang terindikasi mengalami TBC.

‎”Kita fokus menyelesaikan masalah kerentanan khususnya TB, stunting, pengangguran, kemiskinan, penyakit kronis. Kita harus konsisten sehingga Sukabumi terbebas dari TBC,” ujarnya.

‎Salah satu langkah yang disiapkan adalah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anak sekolah secara lebih menyeluruh. Pemeriksaan tersebut direncanakan menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi.

‎”Akan ada pemeriksaan khusus anak sekolah untuk disisir dari SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi,” kata Ayep.

‎Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menemukan lebih awal apabila terdapat anak yang mengalami gangguan kesehatan atau terindikasi TBC, sehingga dapat segera memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.

Kesehatan Calon Pekerja Migran Turut Disorot

‎Selain anak sekolah, Pemkot Sukabumi juga menyoroti kondisi kesehatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI). Ayep menyebut, hasil pemeriksaan terhadap calon pekerja migran masih menemukan persoalan kesehatan, termasuk TBC.

‎”Dari sekian pekerja CPMI, ada masalah di kesehatan, TBC juga. Masih ada di bawah 5 persen. Kita perlu mengobati lebih dulu. Ini tugas sosial kita bersama melalui program penanggulangan TB,” tuturnya.

‎Menurut Ayep, kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya penanggulangan TBC perlu dilakukan lintas sektor. Pemeriksaan dan pengobatan menjadi bagian penting sebelum calon pekerja migran melanjutkan proses keberangkatan.

‎Dalam kesempatan tersebut, Ayep juga menyampaikan apresiasi kepada PT Indofarma atas dukungan yang diberikan untuk penanganan TBC anak di Kota Sukabumi.

‎”Terima kasih saya ucapkan kepada Indofarma yang telah berkunjung ke Kota Sukabumi,” ujarnya.

‎Indofarma Serahkan 977 Paket OAT Anak

‎Direktur PT Indofarma Sahat Sihombing mengatakan, TBC masih menjadi salah satu tantangan dalam bidang kesehatan masyarakat. Karena itu, penanggulangan penyakit tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

‎”Melalui kegiatan Indofarma Hadir untuk Pencegahan dan Penanggulangan TB, kami menyerahkan 977 paket Obat Anti Tuberkulosis (OAT) untuk anak. Berharap ketersediaan obat ini bisa membantu anak yang membutuhkan,” kata Sahat.

‎Ia menjelaskan, penyerahan OAT anak tersebut merupakan bagian dari komitmen PT Indofarma untuk berkontribusi dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

‎Program tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dan tenaga kesehatan dalam menangani TBC, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan pengobatan.

‎Sahat mengapresiasi kolaborasi antara PT Indofarma, Pemkot Sukabumi, Dinkes Kota Sukabumi, dan Tim Kerja TB Provinsi Jawa Barat.

‎”Melalui kolaborasi berkelanjutan, sinergi ini dapat diperkuat. Paket OAT anak ini bisa memberikan manfaat dan menjadi ikhtiar kita bersama dalam mendukung Indonesia yang lebih sehat,” katanya.

Diserahkan Secara Simbolis kepada Dinkes

‎Penyerahan bantuan 977 paket OAT anak tersebut turut dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara pihak terkait. Secara simbolis, paket obat diserahkan PT Indofarma kepada Dinkes Kota Sukabumi untuk mendukung program penanggulangan TBC.

‎Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Indofarma.

‎Pemkot Sukabumi berharap bantuan OAT tersebut dapat dimanfaatkan secara efektif sesuai kebutuhan penanganan TBC anak. Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya juga diharapkan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Sukabumi yang bebas TBC. (Cr5)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Exit mobile version