PEMERINTAHAN

Pemkot Sukabumi Dorong Penempatan Kerja ke Luar Negeri, 2.022 Calon PMI Sudah Dilatih

Published

on

SUKABUMIKITA.ID — Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong program penempatan kerja ke luar negeri sebagai salah satu upaya memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hingga Agustus 2026, sebanyak 2.022 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) telah mengikuti pelatihan persiapan bekerja di luar negeri.

Berdasarkan data Pilar 1 Ketenagakerjaan per Agustus 2026, jumlah tersebut telah mencapai sekitar 134 persen dari target kumulatif sebanyak 1.323 orang. Bahkan, capaian pelatihan calon PMI pada Agustus 2026 mencapai 1.557 orang atau 938 persen dari target bulanan sebanyak 166 orang.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang menunjukkan tingginya minat masyarakat Kota Sukabumi untuk mendapatkan akses dan persiapan kerja di luar negeri melalui jalur penempatan resmi.

Selain pelatihan calon PMI, jumlah pencari kerja di Kota Sukabumi juga menunjukkan capaian di atas target. Pada Agustus 2026, tercatat sebanyak 697 pencari kerja, atau mencapai 240 persen dari target bulanan sebanyak 291 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 237 orang merupakan pencari kerja untuk penempatan di dalam negeri, sedangkan 460 orang lainnya merupakan calon PMI yang berminat bekerja di luar negeri.

Secara kumulatif hingga Agustus 2026, jumlah pencari kerja di Kota Sukabumi mencapai 5.052 orang. Angka tersebut setara dengan 217 persen dari target kumulatif sebanyak 2.328 orang.

539 PMI Telah Diberangkatkan

Sementara itu, dari sisi penempatan, sebanyak sembilan calon PMI diberangkatkan pada Agustus 2026. Realisasi tersebut masih berada di bawah target bulanan sebanyak 83 orang.

Namun, secara kumulatif hingga Agustus 2026, jumlah calon PMI yang telah resmi diberangkatkan ke negara tujuan mencapai 539 orang. Capaian tersebut setara dengan sekitar 61 persen dari target kumulatif tahunan sebanyak 664 orang.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, program penempatan kerja ke luar negeri tidak hanya diarahkan untuk mengurangi angka pengangguran. Menurut dia, pengalaman warga selama bekerja di luar negeri juga dapat menjadi modal penting bagi pembangunan daerah ketika mereka kembali ke Indonesia.

“Bekerja ke luar negeri bukan hanya soal meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, tetapi juga memperluas pengalaman serta wawasan internasional bagi warga kita,” ujar Ayep Zaki di Sukabumi, Rabu (16/09/2026).

Menurut Ayep, para purna PMI diharapkan dapat membawa pengalaman, pengetahuan, serta budaya kerja yang diperoleh selama bekerja di luar negeri untuk diterapkan di lingkungan masyarakat.

Ia menyebut para purna PMI tersebut nantinya diproyeksikan dapat berperan sebagai agent of change atau agen perubahan sosial, khususnya dalam mendorong profesionalisme dan inovasi di berbagai bidang.

“Ketika mereka kembali nanti, para purna PMI (Pekerja Migran Indonesia) ini diproyeksikan menjadi agent of change atau agen perubahan sosial yang membawa nilai-nilai profesionalisme dan inovasi, khususnya untuk kemajuan Kota Sukabumi,” katanya.

Sukabumi Diproyeksikan Jadi City of Migrant Center

Ayep mengungkapkan, Pemkot Sukabumi memiliki visi jangka panjang untuk menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu pilar penyerapan tenaga kerja berskala nasional.

Kota Sukabumi tidak hanya diarahkan sebagai daerah asal pekerja migran, tetapi juga diproyeksikan berkembang menjadi pusat layanan dan penyiapan calon pekerja migran yang dapat memberikan akses kepada masyarakat dari berbagai daerah.

“Kami memiliki cita-cita besar agar Kota Sukabumi berkembang menjadi kota yang ramah migran (City of Migrant Center),” tandasnya.

Menurut Ayep, konsep tersebut tidak hanya berkaitan dengan keberangkatan tenaga kerja ke luar negeri. Pemerintah juga perlu memastikan tersedianya layanan, pelatihan, informasi, serta perlindungan bagi calon PMI agar proses migrasi kerja dilakukan melalui jalur yang aman dan legal.

Karena itu, layanan dan program yang dibangun Pemkot Sukabumi diproyeksikan tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota Sukabumi. Masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia juga diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memperoleh informasi, pelatihan, serta akses penempatan kerja ke luar negeri secara resmi.

“Layanan, pelatihan, dan perlindungan yang dibangun tidak hanya terbuka bagi warga Kota Sukabumi saja, tetapi juga diproyeksikan dapat diakses seluruh masyarakat dari berbagai pelosok Indonesia yang ingin berjuang memperbaiki kesejahteraan melalui jalur migrasi kerja yang aman dan legal,” ungkapnya.

Pemkot Optimistis Penempatan PMI Meningkat

Dengan capaian pelatihan calon PMI yang telah melampaui target kumulatif, Pemkot Sukabumi memperkirakan jumlah PMI yang diberangkatkan dapat terus bertambah hingga akhir 2026.

Pemerintah memperkirakan peningkatan realisasi keberangkatan akan mengikuti penyelesaian berbagai tahapan administrasi dan proses penempatan resmi di negara tujuan.

“Dengan angka pelatihan yang melampaui target, Pemerintah Kota Sukabumi optimis realisasi keberangkatan PMI akan terus meningkat seiring penyelesaian administrasi dan proses penempatan resmi di negara tujuan,” pungkas Ayep.

Data tersebut menunjukkan adanya selisih antara capaian pelatihan dan realisasi keberangkatan. Hingga Agustus 2026, sebanyak 2.022 calon PMI telah memperoleh pelatihan, sementara 539 orang telah diberangkatkan. Proses administrasi, pemenuhan persyaratan, dan penempatan resmi menjadi tahapan lanjutan sebelum calon PMI diberangkatkan ke negara tujuan. (Cr5)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Exit mobile version