PENDIDIKAN
Maulid Nabi Yasti Sukabumi: Perkuat Akhlak Pelajar di Era Digital
SUKABUMIKITA.ID — Perguruan Yasti Sukabumi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema “Meneladani Rasulullah, Membentuk Generasi Pelajar Berakhlak Mulia di Era Digital”.
Kegiatan tersebut berlangsung di GOR Yasti Sukabumi, Senin (31/08/2026). Peringatan Maulid Nabi diikuti sekitar 1.200 pelajar dari sejumlah satuan pendidikan di lingkungan Perguruan Yasti.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan dai asal Sukabumi, Ustadz Dede Baharsyah Almunir, yang dikenal dengan sapaan “Dokter Cinta”.
Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi para pelajar untuk memperkuat pemahaman mengenai keteladanan Rasulullah SAW. Terutama dalam membangun akhlak, adab dan perilaku di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Dede menilai Perguruan Yasti memiliki posisi strategis dalam dunia pendidikan Islam di Sukabumi. Hal itu terlihat dari jumlah peserta didik yang mencapai ribuan.
Menurutnya, besarnya jumlah siswa juga menunjukkan adanya kepercayaan masyarakat terhadap Yasti sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam.
“Yasti ini menjadi salah satu barometer sekolah swasta berbasis Islam terbesar di Sukabumi. Dengan muridnya yang mencapai ribuan, luar biasa menjadi kepercayaan umat terhadap Yasti itu sendiri,” ujar Ustadz Dede.
Namun demikian, besarnya jumlah peserta didik tersebut dinilai harus diimbangi dengan penguatan pendidikan agama dan pembentukan karakter.
Terlebih, perkembangan teknologi telah membuat generasi muda semakin mudah mengakses berbagai informasi dan hiburan melalui perangkat digital.
Pelajar Diminta Tak Lupa Ibadah
Ustadz Dede mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak membuat para pelajar meninggalkan aktivitas keagamaan.
Menurutnya, penggunaan gadget secara berlebihan berpotensi membuat anak-anak semakin jauh dari kegiatan seperti salat, mengaji dan membaca Al-Qur’an.
Ia pun meminta lingkungan pendidikan ikut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menggunakan teknologi secara bijak.
“Di era digital ini, banyak anak-anak yang teracuni dengan era digitalisasi, sehingga banyak anak muda yang lupa dengan Islam itu sendiri,” jelasnya.
Karena itu, kata dia, penguatan pendidikan karakter dan spiritual perlu dilakukan sejak usia sekolah.
Menurut Ustadz Dede, peringatan Maulid Nabi juga tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.
“Kegiatan seperti Maulid Nabi kepada anak-anak tentunya menjadi sesuatu hal yang wajib hari ini, karena itu untuk memasukkan nilai-nilai ruhiyah, nilai-nilai spiritual, nilai-nilai akhlak, budi pekerti, adab dan perilaku sebagaimana contoh dari Rasulullah SAW,” katanya.
Tantangan Generasi Muda Bukan Hanya Teknologi
Ustadz Dede juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah kemajuan teknologi.
Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik dan penguasaan teknologi. Mereka juga membutuhkan fondasi moral dan keagamaan yang kuat.
Ia bahkan mengingatkan bahwa tantangan terhadap generasi muda saat ini tidak selalu berbentuk ancaman secara fisik. Menurutnya, persoalan mental, perilaku dan akhlak juga menjadi tantangan yang harus mendapat perhatian.
“Indonesia saat ini sudah merdeka selama 81 tahun, tapi bisa saja kita saat ini masih dijajah dalam bentuk mental, perilaku, akhlak,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia berharap kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, para pelajar diharapkan mampu memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik, penguasaan teknologi, spiritualitas dan karakter.
Yasti Batasi Penggunaan Gadget di Sekolah
Sementara itu, Kepala SMK Yasti Sukabumi, Adi Ismawadi, mengatakan peringatan Maulid Nabi merupakan agenda keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Namun, pelaksanaan tahun ini memiliki konsep berbeda karena digelar secara serentak dengan melibatkan sejumlah satuan pendidikan di lingkungan Yasti. Satuan pendidikan yang terlibat antara lain MTs Yasti 1, MA, SMA dan SMK.
“Alhamdulillah, kami memang setiap tahunnya mengadakan kegiatan hari besar keagamaan, salah satunya Maulid Nabi Muhammad SAW. Tahun ini kita selenggarakan secara serentak, berbarengan dengan MTs Yasti 1, MA, SMA dan SMK,” kata Adi.
Menurut Adi, sekitar 1.500 siswa mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi antusiasme pelajar selama mengikuti rangkaian acara.
“Kurang lebih tadi ada 1.200 siswa yang mengikuti kegiatan Maulid Nabi ini. Alhamdulillah murid juga antusias dengan kegiatan ini,” ujarnya.
Adi berharap momentum tersebut dapat semakin memperkuat karakter dan budi pekerti siswa.
Para pelajar diharapkan mampu menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan murid kita, dengan adanya kegiatan ini, bisa semakin menumbuhkan karakter budi pekerti, sesuai dengan apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.
Selain memperkuat kegiatan keagamaan, Yasti juga mulai melakukan pengaturan terhadap penggunaan gadget di lingkungan sekolah.
Adi mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat edaran mengenai pembatasan penggunaan gawai bagi peserta didik di lingkungan pendidikan Yasti.
“Di Yasti, kemarin kami sudah mengeluarkan surat edarannya terkait penggunaan gawai. Di lingkungan pendidikan Yasti kita batasi penggunaannya,” jelas Adi.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah sekolah untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dengan proses pembelajaran, pembentukan karakter dan interaksi sosial siswa.
Pendidikan Karakter di Tengah Arus Digitalisasi
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Perguruan Yasti Sukabumi tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan. Momentum tersebut juga menjadi ruang refleksi mengenai tantangan pendidikan generasi muda di tengah perkembangan teknologi.
Kolaborasi antara pendidikan agama, pembentukan karakter dan pemanfaatan teknologi secara bijak dinilai penting untuk membentuk pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan budi pekerti.
Dengan melibatkan sekitar 1.200 pelajar dari berbagai satuan pendidikan, Yasti berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama dalam menghadapi lingkungan digital yang terus berkembang dan menghadirkan berbagai tantangan bagi generasi muda. (Cr5)