Connect with us

PEMERINTAHAN

Dubes RI untuk Jepang Kunjungi BBVP Bandung, Perkuat Kerja Sama Ketenagakerjaan Indonesia-Jepang

Published

on

SUKABUMIKITA.ID— Kunjungan kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang ke Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBVP) Bandung menjadi momentum strategis dalam memperkuat kerja sama ketenagakerjaan antara Indonesia dan Jepang.

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran informasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelatihan vokasi yang diselenggarakan BBVP Bandung. Salah satu perhatian utama dalam kunjungan tersebut adalah pengembangan kompetensi tenaga kerja, khususnya pada sektor otomotif dan manufaktur yang memiliki peluang besar dalam mendukung kebutuhan industri.

Melalui kunjungan ini, delegasi dapat melihat lebih dekat berbagai proses pelatihan vokasi yang diarahkan untuk menghasilkan tenaga kerja kompeten, produktif, dan memiliki daya saing sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Penguatan kompetensi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi kebutuhan pasar kerja global, termasuk peluang penempatan tenaga kerja Indonesia di Jepang.

Kepala BBVP Bandung, Reni Rosyida Muthmainnah, mengatakan kunjungan Duta Besar RI untuk Jepang menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan secara langsung potensi dan kapasitas pelatihan vokasi yang dimiliki BBVP Bandung.

Menurut Reni, kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang ketenagakerjaan memiliki peluang yang sangat besar, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.

“Kunjungan ini menjadi momentum yang sangat strategis bagi BBVP Bandung untuk menunjukkan bagaimana pelatihan vokasi dapat berkontribusi dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan memiliki daya saing, khususnya untuk menjawab kebutuhan industri Jepang,” ujar Reni.

Ia menambahkan, sektor otomotif dan manufaktur menjadi salah satu bidang yang terus berkembang dan membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi spesifik. Karena itu, lembaga pelatihan vokasi perlu memastikan materi dan metode pelatihan selalu relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.

“Kami terus berupaya memastikan proses pelatihan tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga membangun budaya kerja, kedisiplinan, keselamatan kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Hal ini penting agar lulusan memiliki kesiapan yang baik ketika masuk ke dunia industri, termasuk dalam lingkungan kerja internasional,” katanya.

Reni menilai penguatan kerja sama dengan Jepang juga dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari peningkatan kapasitas instruktur, pengembangan kurikulum, pertukaran pengetahuan dan teknologi, hingga pemenuhan kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan standar industri.

Menurutnya, BBVP Bandung siap menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem pelatihan vokasi nasional sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

“Kami berharap kunjungan ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang konkret dan berkelanjutan. BBVP Bandung terbuka untuk berkolaborasi dalam pengembangan kompetensi, sehingga tenaga kerja Indonesia semakin siap bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar kerja, baik di dalam negeri maupun di tingkat global,” tutur Reni.

Kunjungan tersebut sekaligus mempertegas pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan vokasi, dunia industri, dan mitra internasional dalam menciptakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar.

Dengan potensi kebutuhan tenaga kerja di sektor otomotif dan manufaktur, penguatan pelatihan vokasi diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia serta memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jepang. (Cr5)

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Copyright © 2026 SukabumiKita.id