Connect with us

SUKABUMI

Bendungan Cibereum Hilir Kembali Berfungsi, 22 Hektare Sawah Kini Terairi Normal

Published

on

SUKABUMIKITA.ID Perbaikan bendungan di Kelurahan Cibereum Hilir, Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, membawa angin segar bagi para petani. Bendungan yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup lama itu kini kembali berfungsi dan mampu mengalirkan air untuk mengairi sekitar 22 hektare lahan persawahan.

Perbaikan bendungan tersebut dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya anggota Kelompok Tani (Poktan) Mutiara di bagian hulu serta Poktan Barokah di bagian hilir. Sebelumnya, keterbatasan aliran air sempat membuat petani khawatir mengalami gagal panen, terutama saat musim kemarau.

Sekretaris Poktan Mutiara, Fahri Ahsan, mengatakan kondisi bendungan yang rusak telah berlangsung cukup lama. Akibatnya, pasokan air menuju area persawahan menjadi tidak optimal.

Menurut Fahri, perbaikan bendungan dilakukan melalui program dari kementerian yang turut difasilitasi oleh Dinas Pertanian Kota Sukabumi. Kehadiran program tersebut disebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat di Kelurahan Cibereum Hilir.

“Kami mengucapkan terima kasih, terutama yang telah membantu anggota Kelompok Tani Mutiara yang ada di Kelurahan Cibereum Hilir. Pada awalnya, bendungan ini sudah rusak begitu lama,” ujar Fahri saat ditemui, Minggu (30/8/2026).

Ia menjelaskan, bendungan yang telah diperbaiki tersebut memiliki panjang sekitar 42 meter. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam sistem pengairan sawah warga.

“Setelah ada program dari kementerian yang difasilitasi juga oleh Dinas Pertanian Kota Sukabumi, sangat bermanfaat sekali bagi warga, khususnya di Kelurahan Cibereum Hilir,” katanya.

Fahri menuturkan, manfaat bendungan tidak hanya dirasakan oleh Poktan Mutiara yang berada di bagian hulu. Aliran air dari bendungan tersebut juga memberikan manfaat bagi Poktan Barokah yang berada di wilayah hilir.

Secara keseluruhan, sekitar 22 hektare lahan sawah mendapatkan manfaat dari pengairan bendungan tersebut.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat penting bagi keberlangsungan aktivitas pertanian warga. Terlebih, saat musim kemarau, ketersediaan air menjadi salah satu persoalan utama yang dapat mengancam produktivitas pertanian.

“Kalau kemarin memang tidak buru-buru difasilitasi terkait perbaikan bendungan ini, maka bisa saja terjadi gagal panen akibat kekeringan,” ungkap Fahri.

Sebelumnya Petani Nyaris Kekeringan

Manfaat perbaikan bendungan juga dirasakan langsung oleh warga. Salah seorang warga RT 01/04, Kelurahan Cibereum Hilir, Cicin Kuraysin, mengatakan kondisi pengairan sawah sebelum bendungan diperbaiki sangat minim.

Keterbatasan air tersebut semakin terasa ketika musim kemarau. Bahkan, sejumlah lahan sawah yang berada di bagian paling ujung mulai terdampak karena tidak mendapatkan pasokan air secara optimal.

“Jadi sebelum adanya perbaikan bendungan ini, pengairan ke sawah kami itu sangat minim dan nyaris kekeringan,” kata Cicin.

Kini, kondisi tersebut mulai berubah. Setelah bendungan kembali berfungsi, aliran air menuju persawahan warga kembali normal meskipun musim kemarau masih berlangsung.

“Kita ketahui bersama, di musim kemarau ini sangat susah air, tapi alhamdulillah sekarang sudah normal kembali. Meskipun musim kemarau, tapi semenjak adanya bendungan ini berfungsi sudah bisa normal mengairi air kembali ke sawah,” jelasnya.

Cicin mengatakan, sebelum perbaikan dilakukan, para petani bahkan sudah menghadapi ancaman gagal panen. Kekurangan air tidak hanya berpotensi mengurangi hasil produksi, tetapi juga berdampak terhadap kualitas panen, terutama pada sawah yang berada jauh dari sumber aliran.

“Jadi sebelum adanya bendungan ini, nyaris terjadi gagal panen. Bahkan, ke sawah yang di ujung sana sudah mempengaruhi kualitas panennya,” ungkap Cicin.

Warga Buat Bendungan Sederhana

Berbagai upaya sebelumnya dilakukan warga agar lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air. Cicin menuturkan, masyarakat secara swadaya kerap mengumpulkan batu untuk membuat bendungan sederhana.

Cara tersebut dilakukan sebagai upaya darurat agar air tetap dapat diarahkan menuju area persawahan.

“Dulu sebelum adanya bendungan ini, saya bersama warga juga sering mengumpulkan batu untuk dijadikan bendungan manual seadanya agar sawah kami bisa teraliri air,” tuturnya.

Dengan kembali berfungsinya bendungan, para petani berharap kegiatan pertanian dapat berjalan lebih normal. Mereka juga berharap infrastruktur pengairan tersebut dapat terus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung produktivitas pertanian.

“Mudah-mudahan sekarang setelah adanya bendungan ini, kami bertani bisa normal,” ujar Cicin.

Bagi petani di Kelurahan Cibereum Hilir, keberadaan bendungan menjadi salah satu infrastruktur penting untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Dengan aliran air yang kembali normal, ancaman kekeringan dan gagal panen diharapkan dapat ditekan, khususnya selama musim kemarau.

Perbaikan bendungan tersebut sekaligus memberikan harapan bagi petani untuk mempertahankan produktivitas lahan sawah dan kualitas hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. (Cr5)

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Copyright © 2026 SukabumiKita.id