SUKABUMIKITA.ID – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Sukabumi terus melakukan penataan sistem distribusi layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyesuaikan cakupan pelayanan SPPG berdasarkan wilayah kecamatan masing-masing.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu membuat distribusi program Makan Bergizi Gratis lebih tepat sasaran, efisien, dan mudah dikendalikan dari sisi operasional maupun pengawasan.
Kasatgas MBG Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, menjelaskan bahwa di wilayah Kecamatan Cibeureum saat ini terdapat tujuh SPPG yang telah beroperasi. Selain itu, satu unit SPPG tambahan sedang dalam proses pembangunan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, setelah seluruh fasilitas tersebut beroperasi, penerima manfaat yang berada di Kecamatan Cibeureum akan dilayani sepenuhnya oleh SPPG yang berada di wilayah kecamatan tersebut.
“Kalau SPPG di wilayah Kecamatan Cibeureum ada tujuh, ditambah satu yang sedang dibangun oleh BGN Pusat. Nantinya penerima manfaat dari SPPG tersebut adalah warga Kecamatan Cibeureum, sehingga tidak lagi melayani wilayah kecamatan lain seperti Baros atau Cikole,” ujar Taufik, Selasa (07/07/2026).

Ia menuturkan, kebijakan tersebut merupakan hasil sinkronisasi data penerima manfaat yang dilakukan Satgas MBG bersama pihak terkait. Sebelumnya, masih terdapat sejumlah sekolah yang berada di luar wilayah Kecamatan Cibeureum namun menerima layanan dari SPPG setempat.
Melalui penataan baru ini, setiap SPPG akan lebih difokuskan untuk melayani penerima manfaat di wilayah kecamatan masing-masing sehingga distribusi menjadi lebih terstruktur.
“Hasil sinkronisasi memang ada pengurangan jumlah penerima manfaat di beberapa SPPG karena distribusinya sekarang disesuaikan dengan wilayah kecamatan masing-masing. Jadi bukan menambah dapur, tetapi mengoptimalkan yang sudah ada,” jelasnya.
Taufik menegaskan, penyesuaian distribusi tersebut bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan, melainkan untuk meningkatkan efektivitas pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia. Dengan sistem yang lebih terarah, setiap SPPG dapat bekerja lebih maksimal sesuai kapasitas dan wilayah layanannya.
Berdasarkan data terbaru, saat ini Kota Sukabumi memiliki 55 unit SPPG. Dari jumlah tersebut, 51 SPPG telah aktif beroperasi, sementara satu SPPG masih berstatus suspend dan tiga SPPG lainnya telah selesai dibangun namun belum mulai beroperasi.

Keberadaan puluhan SPPG tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya peserta didik dan kelompok penerima manfaat lainnya.
Selain fokus pada penataan distribusi, Satgas MBG Kota Sukabumi juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pengawasan program. Untuk memudahkan penyampaian aspirasi maupun laporan, Satgas telah menyebarluaskan nomor WhatsApp seluruh anggota Satgas kepada masyarakat.
Melalui mekanisme tersebut, warga dapat langsung menyampaikan berbagai masukan, keluhan, maupun temuan di lapangan yang berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
“Kami ingin masyarakat ikut terlibat mengawasi pelaksanaan program ini. Jika ada kendala atau hal-hal yang perlu ditindaklanjuti, masyarakat bisa langsung menyampaikan laporan kepada Satgas melalui nomor kontak yang telah disebarkan,” kata Taufik.
Dengan penataan distribusi berbasis wilayah kecamatan dan optimalisasi fasilitas yang telah tersedia, Satgas MBG Kota Sukabumi optimistis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis akan semakin efektif, tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di seluruh wilayah Kota Sukabumi. (Cr5)
