SUKABUMIKITA.ID – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menghadiri kegiatan Kunjungan dan Diseminasi Capaian Program Kawasan Sehat Karang Tengah yang diselenggarakan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Barat di RW 05, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Selasa (05/05/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Langkah Nyata Mewujudkan Kawasan Sehat Karang Tengah” ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Rumah Terpadu Dompet Dhuafa, Camat Gunungpuyuh, Kepala LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat, Lurah Karang Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, para kepala puskesmas, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara Pemerintah Kota Sukabumi dan Dompet Dhuafa melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya Program Rumah Sehat.
Menurutnya, program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan warga.
Ayep Zaki mengungkapkan bahwa Program Rumah Sehat kini telah mencapai titik ke-50 di Kota Sukabumi. Capaian tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang sehat dan produktif.
“Kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa pembangunan kesehatan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Peran lembaga sosial dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam mewujudkan perubahan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Ayep, berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini membutuhkan pendekatan yang terpadu. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai tantangan, mulai dari perbaikan sanitasi lingkungan, pengendalian penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga percepatan penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Ia optimistis, apabila kolaborasi tersebut terus diperkuat, Kota Sukabumi mampu mewujudkan lingkungan yang lebih sehat serta terbebas dari kawasan kumuh dan berbagai persoalan sosial dalam beberapa tahun mendatang.
“Kita ingin menghadirkan Kota Sukabumi yang sehat, bebas dari kawasan kumuh, kemiskinan ekstrem, serta memiliki kualitas hidup masyarakat yang semakin baik melalui kolaborasi semua pihak,” katanya.
Pada kesempatan itu, Ayep Zaki juga memaparkan arah pembangunan Kota Sukabumi yang saat ini tengah mengembangkan konsep Kota Wakaf. Konsep tersebut diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pendidikan, pertanian, hingga berbagai program pemberdayaan berbasis masyarakat.
Ia mengakui, sejumlah konsep yang diterapkan dalam pengembangan Kota Wakaf terinspirasi dari berbagai program pemberdayaan yang telah dijalankan Dompet Dhuafa selama ini.
Selain membahas pembangunan ekonomi, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sebagai fondasi utama dalam menciptakan kawasan sehat. Ia menekankan pentingnya membangun budaya hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan di lingkungan sekitar.
Ayep juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pemerintah maupun fasilitas kesehatan apabila menemukan permasalahan kesehatan di lingkungannya, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Melalui kegiatan diseminasi ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap kolaborasi bersama Dompet Dhuafa, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Sinergi tersebut diyakini menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Sukabumi. (Cr5)
