SUKABUMIKITA.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berbasis data melalui keterlibatan aktif pada Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyukseskan program nasional yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) guna menghasilkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan dapat dijadikan dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Yanti Kurnianti, mengatakan Dinkes memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam mendukung penyediaan data yang berkualitas. Menurutnya, sektor kesehatan merupakan salah satu bagian penting dalam aktivitas perekonomian daerah karena melibatkan berbagai jenis usaha, mulai dari klinik, apotek, laboratorium kesehatan, hingga fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
“Peran Dinkes tidak hanya sebatas pelayanan kesehatan, tetapi juga memastikan bahwa pelaku usaha di sektor kesehatan memahami pentingnya pendataan. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Yanti, Rabu (06/05/2026).
Ia menjelaskan, dalam kegiatan sosialisasi tersebut Dinkes menghadirkan para pelaku usaha di bidang kesehatan sebagai peserta utama. Kehadiran mereka diharapkan mampu meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026 sebagai instrumen penting dalam mendukung perencanaan pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh pelaku usaha akan menentukan kualitas data yang dihimpun pemerintah. Semakin lengkap dan valid data yang diperoleh, semakin efektif pula kebijakan yang dapat dirumuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk di sektor kesehatan.
Selain memberikan pemahaman mengenai tujuan dan manfaat Sensus Ekonomi 2026, kegiatan sosialisasi juga membekali peserta dengan pengetahuan teknis terkait mekanisme pengisian data usaha. Langkah tersebut dilakukan agar proses pendataan di lapangan dapat berlangsung lebih efektif, tertib, dan meminimalkan potensi kesalahan dalam pengisian informasi.
“Hal ini dilakukan agar proses pendataan di lapangan nantinya dapat berjalan lancar, efektif, dan minim kendala,” katanya.
Yanti menambahkan, data yang dihasilkan melalui sensus akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pemerintah pada masa mendatang. Tidak hanya untuk pengembangan ekonomi daerah, tetapi juga dalam merancang program peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Dengan data yang valid, pemerintah dapat merancang program yang lebih tepat, baik dalam peningkatan layanan kesehatan maupun penguatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen mendukung keberhasilan program nasional tersebut, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi akan terus melakukan pendampingan serta sosialisasi lanjutan kepada masyarakat dan pelaku usaha, khususnya yang bergerak di sektor kesehatan. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan tingkat partisipasi sekaligus memperkuat kualitas data yang akan dikumpulkan selama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Dinkes optimistis Kota Sukabumi dapat menghadirkan data ekonomi yang akurat, terpercaya, dan komprehensif sebagai landasan dalam mewujudkan pembangunan yang lebih terarah, inklusif, serta berkelanjutan.
“Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Kota Sukabumi diharapkan mampu menghadirkan data ekonomi yang tidak hanya akurat, tetapi juga menjadi pijakan kuat dalam mewujudkan pembangunan yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Yanti. (Cr5)
