SUKABUMI

Dadang Jhon Bantah Forwacib Hanya Undang Satu Kubu KNPI dalam Seminar Kebangsaan

Published

on

SUKABUMIKITA.ID – Dadang Hermawan atau yang akrab disapa Dadang Jhon membantah anggapan bahwa Forum Warga Cibereum Bersatu (Forwacib) hanya mengundang salah satu kubu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sukabumi dalam kegiatan seminar kebangsaan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Dadang menegaskan, Forwacib juga telah mengundang Sudar Fauzi yang merupakan Ketua KNPI Kota Sukabumi dari kubu lainnya. Namun, menurutnya, Sudar tidak hadir dalam kegiatan seminar yang digelar pada Rabu (28/10) tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Dadang saat memberikan keterangan pada Senin (02/11/2026). Ia menjelaskan, seminar kebangsaan yang diselenggarakan Forwacib menghadirkan sejumlah pembicara, termasuk Tantan Sutandi selaku Ketua KNPI Kota Sukabumi dari kubu Tantan.

Dadang menilai, kegiatan tersebut justru menjadi momentum untuk mendorong persatuan pemuda dan menyatukan perbedaan kepemimpinan dalam organisasi KNPI di Kota Sukabumi.

“Forwacib telah berbadan hukum dan memiliki aspek legal yang sah. Pada momen peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 kemarin kita juga sudah mengundang Saudara Sudar sebagai perwakilan pemuda. Jadi, tidak betul jika kami hanya mengundang pihak Saudara Tantan saja,” jelas Dadang.

Ia menyebut, pihaknya tidak menginginkan adanya dualisme kepemimpinan dalam tubuh KNPI Kota Sukabumi. Menurutnya, seluruh elemen pemuda perlu membangun komunikasi dan membuka ruang kolaborasi agar perbedaan organisasi tidak berujung pada perpecahan.

Bahkan, Dadang menyatakan kesiapannya untuk mengkolaborasikan Pengurus Kecamatan (PK) KNPI yang ada di wilayah Cibeureum. Namun, ia berharap seluruh pihak yang berkepentingan dapat terlibat langsung dalam upaya tersebut.

“Dan kami juga menginginkan tidak adanya dualisme pada organisasi KNPI Kota Sukabumi ini. Untuk warga Cibeureum juga, saya siap mengkolaborasikan PK KNPI yang ada di Cibeureum. Tapi, saya meminta Saudara Sudar-nya juga turun dong ke lapangan,” ungkapnya.

Menurut Dadang, undangan kepada kedua pihak merupakan bagian dari upaya mempertemukan dan mendorong penyatuan dua kubu KNPI Kota Sukabumi. Ia menyayangkan ketidakhadiran Sudar dalam kegiatan tersebut, meskipun undangan telah disampaikan.

“Kemarin, maksud saya juga mengundang keduanya untuk upaya menyatukan dua kubu KNPI Kota Sukabumi ini. Tapi, Saudara Sudar telah kami undang, justru tidak hadir,” katanya.

Lebih lanjut, Dadang berharap momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda dapat menjadi pengingat pentingnya persatuan dan semangat kebersamaan di kalangan generasi muda. Ia menilai, perbedaan pandangan maupun kepemimpinan organisasi seharusnya tidak menjadi penghalang bagi pemuda untuk bekerja sama membangun daerah.

“Kita semua sepakat, pemuda di Kota Sukabumi harus bersatu. Jangan sampai terpecah belah, dan momen peringatan Hari Sumpah Pemuda kemarin saya merasa itu adalah waktu yang pas untuk menyatukan dualisme kepemimpinan organisasi pemuda ini,” pungkasnya.

Pernyataan Dadang tersebut menjadi penegasan bahwa seminar kebangsaan yang digelar Forwacib tidak hanya dimaksudkan sebagai kegiatan memperingati Hari Sumpah Pemuda, tetapi juga sebagai ruang untuk mendorong komunikasi dan persatuan antar elemen organisasi kepemudaan di Kota Sukabumi. (Cr5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version