TEKNOLOGI

Pemkot Bogor Pelajari Inovasi Indosat untuk Perkuat Smart City

Published

on

SUKABUMIKITA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mempelajari inovasi teknologi informasi yang dikembangkan PT Indosat Ooredoo Hutchison untuk mendukung penguatan konsep smart city atau kota cerdas. Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, ke Indosat Marvelous Xperience Center di Jakarta, dikutip Sabtu (24/10/2026).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut pertemuan manajemen Indosat dengan Pemkot Bogor pada September 2026. Kedua pihak menjajaki peluang sinergi pemanfaatan teknologi untuk mendukung transformasi digital pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dalam kunjungan tersebut, Dedie Rachim bersama rombongan Pemkot Bogor mempelajari pengelolaan jaringan berskala nasional serta sejumlah inovasi teknologi yang dikembangkan Indosat. Perusahaan telekomunikasi itu dinilai memiliki solusi teknologi informasi yang berpotensi mendukung pengembangan sistem pemerintahan berbasis digital.

Dedie menyampaikan, peran Indosat saat ini tidak hanya terbatas pada layanan telekomunikasi, tetapi juga mencakup pengembangan berbagai solusi teknologi informasi yang dapat dipertimbangkan untuk mendukung kebutuhan Kota Bogor.

Ia berharap, kunjungan tersebut memberikan manfaat bagi pengembangan Smart City Bogor. Salah satu pekerjaan yang tengah dilakukan pemerintah kota adalah menuntaskan tahap pertama pembangunan sistem komunikasi.

Meski demikian, belum ada rincian mengenai bentuk teknologi yang akan diadopsi, nilai investasi yang dibutuhkan, maupun jadwal penerapan solusi Indosat di lingkungan Pemkot Bogor.

Indosat Buka Peluang Berbagi Inovasi

Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Danny Buldansyah, mengapresiasi kunjungan Wali Kota Bogor. Ia menyebut pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk bertukar gagasan dan mempelajari peluang kontribusi bersama.

“Kami tentunya berterima kasih atas kunjungan Pak Wali Kota Bogor. Tadi kami banyak berbagi dan sama-sama belajar mengenai hal-hal yang bisa kami kontribusikan bersama,” ujar Danny.

Sebelumnya, Danny Buldansyah bersama jajaran Indosat berkunjung ke Balai Kota Bogor pada Senin (21/9/2026). Dalam pertemuan dengan Dedie Rachim, pihak Indosat menyampaikan keinginan untuk berbagi inovasi guna memperkuat penerapan konsep smart city di Kota Bogor.

Saat itu, Indosat memaparkan sejumlah solusi yang dapat mendukung transformasi digital pemerintahan. Pilihan yang diperkenalkan mencakup layanan teknologi sederhana hingga sistem yang lebih kompleks, seperti penerangan jalan umum pintar atau smart Penerangan Jalan Umum (PJU) dan pengelolaan transportasi melalui Transportation Command Centre (TCC).

Menurut Danny, pengembangan kota cerdas membutuhkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah. Karena itu, kolaborasi perlu mempertimbangkan pemahaman Pemkot Bogor terhadap persoalan dan kebutuhan pelayanan di wilayahnya.

“Kita bisa berkolaborasi dan berinovasi bersama-sama menciptakan kota yang lebih pintar, mengintegrasikan penerapan smart city menjadi satu kesatuan yang dapat membantu memaksimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat daerah. Intinya kami memiliki solusi, namun kami meyakini solusi yang paling tepat adalah yang paling dipahami oleh Pemkot Bogor,” ujar Muhammad Buldansyah.

AI Masuk dalam Pembahasan Pengembangan Smart City

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Anna Ismawati, sebelumnya menjelaskan bahwa Indosat memiliki sejumlah program yang berpotensi mendukung penyelenggaraan smart city di lingkungan pemerintah daerah.

Menurut Anna, pertemuan pada September menjadi pintu awal untuk membahas kemungkinan sinergi dalam pengembangan kota cerdas berbasis teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Intinya Indosat menyampaikan dan memperkenalkan banyak hal atau program untuk bagaimana smart city dapat dibangun dan diperkuat penerapannya. Ini menjadi entry point bagi kita untuk mendiskusikan hal-hal yang dapat disinergikan ke depan dengan Indosat dalam membangun smart city di Kota Bogor berbasis teknologi baru, salah satunya Artificial Intelligence (AI),” jelas Anna.

Pemanfaatan AI dan sistem digital berpotensi diterapkan untuk mendukung pengelolaan layanan perkotaan, bergantung pada kebutuhan, kesiapan infrastruktur, dan keputusan pemerintah daerah. Namun, penerapan teknologi tersebut tetap memerlukan perencanaan yang terukur agar sesuai dengan kebutuhan perangkat daerah dan masyarakat.

Implementasi dan Manfaat bagi Masyarakat Menjadi Hal yang Perlu Diperjelas

Penjajakan dengan Indosat membuka peluang bagi Pemkot Bogor untuk mempelajari berbagai alternatif teknologi dalam pengembangan smart city. Namun, kunjungan dan pertukaran gagasan tersebut belum dengan sendirinya menunjukkan bahwa kerja sama implementasi telah disepakati.

Tahapan berikutnya perlu memperjelas kebutuhan teknologi yang akan diprioritaskan, bentuk kerja sama kedua pihak, kebutuhan anggaran, serta target waktu pelaksanaan. Aspek keamanan data, perlindungan informasi masyarakat, dan integrasi dengan sistem yang telah digunakan pemerintah juga menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan layanan digital.

Bagi masyarakat, keberhasilan smart city tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi baru, tetapi juga oleh manfaat yang dapat dirasakan secara langsung, seperti layanan publik yang lebih mudah diakses, pengelolaan transportasi yang lebih baik, dan sistem penerangan jalan yang lebih efektif.

Hingga informasi dalam bahan pemberitaan ini disusun, belum terdapat keterangan terperinci mengenai kesepakatan kerja sama, besaran anggaran, maupun target implementasi solusi Indosat di Kota Bogor. Dengan demikian, perkembangan kolaborasi tersebut masih perlu ditelusuri melalui keputusan dan langkah konkret yang akan diambil kedua pihak. (Cr5)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Exit mobile version