KESEHATAN

‎HKN ke-62, Sukabumi Gelar Indonesia Community Healthcare Expo 2026, Targetkan 800 Peserta

Published

on

SUKABUMIKITA.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi akan menggelar Indonesia Community Healthcare Expo 2026 pada 13–15 November 2026 di Grand Cikareo Hall, Kota Sukabumi. Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 ini menargetkan kehadiran sekitar 800 peserta dari berbagai profesi kesehatan, industri farmasi, penyedia teknologi kesehatan, regulator, hingga komunitas pasien.

‎Mengusung tema “From Drug Provider to Value-Based Care Partner: Transforming the Role of Primary Healthcare through Interprofessional Collaboration”, kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat peran tenaga kefarmasian, khususnya apoteker komunitas, dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan primer yang berorientasi pada kualitas layanan dan manfaat bagi pasien.

‎Berbeda dari kegiatan sejenis yang berfokus pada satu profesi, Indonesia Community Healthcare Expo 2026 mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Apoteker akan dipertemukan dengan pelaku industri farmasi, perusahaan teknologi kesehatan (HealthTech), lembaga asuransi, pemerintah, serta komunitas pasien untuk membangun jejaring dan mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan.

‎Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran apoteker di tengah perkembangan teknologi dan transformasi sistem kesehatan.

‎“Melalui kegiatan Indonesia Community Healthcare Expo 2026 ini, kita semua dapat menjadikannya sebagai momentum penting untuk memperkuat peran apoteker di era transformasi kesehatan yang terus berkembang pesat. Namun, lebih dari itu, acara ini kami rancang sebagai ajang pertukaran ide dan inovasi lintas profesi serta sektor,” ujar Ida.

‎Ia menambahkan, kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem farmasi komunitas yang adaptif, inovatif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

‎Perkuat Kolaborasi Apoteker, Industri Farmasi, dan Teknologi Kesehatan

‎Indonesia Community Healthcare Expo 2026 akan menghadirkan sejumlah bentuk kolaborasi konkret untuk memperkuat pelayanan kefarmasian di tingkat komunitas.

‎Salah satunya melalui pertemuan bisnis antara apotek dan industri farmasi guna memperluas akses terhadap produk kesehatan sekaligus meningkatkan edukasi kepada pasien. Kegiatan ini diharapkan membuka peluang kerja sama yang dapat mendukung ketersediaan produk dan peningkatan kualitas pelayanan di apotek.

‎Selain itu, terdapat rencana kemitraan antara MASCO dan perusahaan rintisan teknologi kesehatan untuk mengembangkan sistem manajemen apotek terintegrasi. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membantu pengelolaan operasional apotek sekaligus mendorong efisiensi pelayanan.

‎Kolaborasi juga akan diarahkan pada pengembangan layanan farmasi berbasis klaim asuransi melalui kemitraan antara apoteker dan lembaga asuransi. Skema tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan layanan serta akses masyarakat terhadap pelayanan kefarmasian.

‎Tidak hanya melibatkan pelaku industri, expo ini juga akan menghadirkan sesi khusus yang mempertemukan apoteker dengan komunitas pasien, termasuk kelompok penyandang diabetes dan hipertensi.

‎Melalui sesi tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh edukasi mengenai penggunaan obat yang tepat, pengelolaan penyakit, serta penerapan pola hidup sehat. Keterlibatan komunitas pasien juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat sebagai penerima layanan.

‎Seminar Nasional hingga Workshop Transformasi Digital Apotek

‎Rangkaian Indonesia Community Healthcare Expo 2026 mencakup seminar nasional, workshop, coaching clinic, pertemuan bisnis atau business-to-business (B2B), serta pameran produk farmasi dan alat kesehatan.

‎Kegiatan ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari apoteker komunitas, apoteker spesialis, tenaga vokasi farmasi, pemilik apotek, hingga tenaga kesehatan lain seperti dokter, perawat, dan bidan.

‎Pada hari pertama, kegiatan direncanakan diawali dengan bakti sosial untuk masyarakat. Agenda tersebut meliputi senam kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, serta konsultasi mengenai obat dan herbal.

‎Selanjutnya, seminar nasional dijadwalkan menghadirkan keynote speech dari Gubernur Jawa Barat, disertai berbagai simposium yang membahas isu terkini dalam bidang farmasi dan pelayanan kesehatan primer.

‎Sementara itu, sejumlah workshop akan mengangkat topik praktis yang berkaitan dengan kebutuhan tenaga kefarmasian dan pengelola apotek. Materi yang direncanakan meliputi manajemen keuangan apotek, optimalisasi layanan herbal wellness, serta transformasi digital dan inovasi bisnis apotek di era ekonomi digital.

‎Melalui agenda tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mendapatkan pembaruan pengetahuan, tetapi juga memperoleh wawasan praktis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pengelolaan usaha dan mutu pelayanan kepada pasien.

‎Libatkan Berbagai Organisasi Profesi Kesehatan

‎Untuk memperluas sinergi lintas profesi, kegiatan ini juga melibatkan berbagai organisasi kesehatan, yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), serta Persatuan Perawat Gigi Indonesia (PPGI).

‎Keterlibatan organisasi-organisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman antartenaga kesehatan. Kolaborasi lintas profesi juga menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan kesehatan primer yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

‎Dalam konteks pelayanan kesehatan, apoteker diharapkan tidak hanya berperan dalam penyediaan obat, tetapi juga menjadi mitra dalam edukasi penggunaan obat, pemantauan terapi, serta upaya meningkatkan kualitas hidup pasien melalui kerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya.

‎Buka Peluang Kemitraan dan Sponsorship

‎Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, panitia juga membuka peluang kerja sama bagi perusahaan farmasi, perusahaan teknologi kesehatan, serta pelaku industri terkait.

‎Pilihan kerja sama yang ditawarkan meliputi sponsor seminar, penyediaan booth pameran kategori platinum, gold, dan reguler, serta dukungan publikasi melalui spanduk dan media massa.

‎Paket kemitraan tersebut dirancang sebagai sarana bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring profesional, serta menjalin hubungan dengan tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan di bidang pelayanan kesehatan.

‎Panitia berharap partisipasi berbagai pihak dapat mendukung penyelenggaraan acara sekaligus memperluas ruang kolaborasi dalam pengembangan pelayanan kefarmasian dan kesehatan primer di Indonesia.

‎Bagi perusahaan, instansi, maupun tenaga kesehatan yang berminat menjadi sponsor atau peserta, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui alamat email apotekerpraktek@gmail.com.

‎Informasi juga dapat ditanyakan langsung kepada Iwan Tantrawan melalui nomor 081 338 788 788, serta Budiyanto melalui kontak panitia yang tersedia.

‎Melalui Indonesia Community Healthcare Expo 2026, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi berharap peringatan HKN ke-62 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Exit mobile version