PERISTIWA

Kalapas Malang Minta Crew Resik Pastikan Area Kunjungan Bersih Sebelum Keluarga Datang

Published

on

SUKABUMIKITA.ID — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, memberikan pengarahan khusus kepada warga binaan yang tergabung dalam Crew Resik atau pasukan kuning untuk meningkatkan kebersihan lingkungan Lapas, khususnya di area pelayanan kunjungan, Kamis (03/09/2026).

Pengarahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Lapas Kelas I Malang memastikan seluruh area yang digunakan untuk menerima kunjungan keluarga warga binaan berada dalam kondisi bersih, rapi, dan nyaman sebelum aktivitas kunjungan dimulai.

Dalam arahannya, Christo meminta Crew Resik tidak hanya memperhatikan ruang kunjungan, tetapi juga aula museum serta lingkungan di sekitar area pelayanan kunjungan. Seluruh kawasan tersebut diharapkan sudah tertata dengan baik sebelum keluarga warga binaan mulai berdatangan.

Menurut Christo, kebersihan lingkungan Lapas merupakan tanggung jawab bersama. Selain menciptakan lingkungan yang sehat dan tertata, kondisi tersebut juga berkaitan langsung dengan kenyamanan keluarga warga binaan ketika datang berkunjung.

“Lapas ini kan rumah kita sekarang. Jadi mari kita jaga kebersihan dan keindahannya. Pastikan ruang kunjungan bersih sebelum digunakan. Biar ibu-ibu yang datang berkunjung merasa nyaman. Jangan sampai nanti ibu kalian ngomel, ‘Lho, rumah kok kotor?’,” ujar Christo dalam pengarahan tersebut.

Penyampaian arahan berlangsung dalam suasana akrab. Christo menyampaikan pesan mengenai pentingnya kebersihan dengan pendekatan yang komunikatif dan diselingi candaan sehingga mendapat respons positif dari warga binaan yang hadir.

Para warga binaan tampak antusias mengikuti pengarahan tersebut. Pesan yang disampaikan Kalapas diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran warga binaan terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan selama menjalani masa pembinaan.

Kebersihan Jadi Bagian dari Pelayanan Kunjungan

Area kunjungan menjadi salah satu bagian penting dalam pelayanan di Lapas karena menjadi tempat bertemunya warga binaan dengan keluarga. Karena itu, kebersihan dan kerapian area tersebut perlu mendapatkan perhatian secara konsisten.

Kondisi ruang yang bersih dan tertata diharapkan dapat memberikan suasana yang lebih nyaman bagi keluarga maupun warga binaan selama proses kunjungan berlangsung.

Bagi keluarga, kunjungan ke Lapas bukan sekadar aktivitas administratif, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempertahankan komunikasi dan hubungan dengan anggota keluarga yang sedang menjalani masa pidana.

Karena itu, lingkungan kunjungan yang nyaman menjadi salah satu unsur yang dapat mendukung kualitas interaksi antara warga binaan dan keluarganya.

Melalui Crew Resik, warga binaan juga diberikan ruang untuk mengambil peran dalam menjaga kebersihan lingkungan Lapas. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Christo menekankan bahwa keberadaan warga binaan sebagai bagian dari Crew Resik harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kebersihan tidak boleh hanya dilakukan ketika ada kegiatan atau kunjungan, tetapi perlu menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan Lapas.

“Kalau lingkungan bersih dan rapi, yang nyaman bukan hanya petugas. Warga binaan dan keluarga yang berkunjung juga akan merasakan manfaatnya,” pesan Christo.

Dorong Budaya Bersih di Lingkungan Lapas

Pengarahan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas I Malang membangun budaya kebersihan dan kepedulian lingkungan di kalangan warga binaan.

Melalui keterlibatan langsung warga binaan dalam menjaga kebersihan, diharapkan muncul rasa memiliki terhadap lingkungan Lapas. Dengan demikian, kebersihan tidak semata-mata menjadi tugas petugas, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh pihak yang berada di dalam lingkungan pemasyarakatan.

Khusus menjelang waktu kunjungan, Crew Resik diharapkan memastikan setiap sudut area pelayanan telah melalui pengecekan. Mulai dari kebersihan ruang kunjungan, aula museum, hingga lingkungan sekitar harus dipastikan dalam kondisi bersih dan tertata.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa aspek pembinaan di Lapas tidak hanya berkaitan dengan program keterampilan atau pembinaan kepribadian, tetapi juga mencakup pembiasaan perilaku positif seperti menjaga kebersihan dan lingkungan.

Dengan pengarahan yang disampaikan secara langsung dan pendekatan yang humanis, Lapas Kelas I Malang berharap warga binaan semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari kehidupan bersama.

Kebersihan lingkungan Lapas pun diharapkan dapat terus dipertahankan sehingga memberikan rasa nyaman bagi warga binaan, petugas, maupun keluarga yang datang berkunjung. (Cr5)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Exit mobile version