OLAHRAGA

Andre Rosiade Dorong Padel Jadi Olahraga Rakyat, Turnamen Junior Digelar Gratis

Published

on

SUKABUMIKITA.ID – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong olahraga padel terus berkembang dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Rosiade Padel Tournament Youth Series di Crown Padel, Senin (31/08/2026).

Turnamen yang digelar Rosiade Padel Club tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pembinaan atlet padel usia dini sekaligus upaya memperluas ekosistem olahraga padel di Indonesia.

Hampir 200 peserta ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Para peserta terbagi dalam lima kategori usia, yakni U10, U12, U14, U16, dan U18.

Menariknya, seluruh peserta dapat mengikuti turnamen tanpa dipungut biaya. Panitia juga menyediakan sarapan dan makan siang bagi para peserta sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kompetisi sekaligus pembinaan atlet-atlet muda.

Andre Rosiade mengatakan, penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan bagian dari komitmen Rosiade Padel Club untuk ikut mendorong perkembangan olahraga padel di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung program pembinaan yang dijalankan Persatuan Besar Padel Indonesia (PBPI).

“Ini komitmen kami dari Rosiade Padel Club untuk terus mengembangkan padel di seluruh wilayah Indonesia dan membantu PBPI,” kata Andre.

Dorong Padel Jadi Olahraga Rakyat

Andre menilai perkembangan olahraga padel tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian prestasi. Menurutnya, padel juga harus dikembangkan sebagai olahraga yang terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat.

Salah satu keunggulan padel, kata Andre, adalah olahraga tersebut dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia. Hal itu membuat padel memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi olahraga keluarga.

“Harapannya olahraga padel ini bisa menjadi olahraga rakyat, di mana seluruh lapisan masyarakat bisa ikut serta. Saya merasakan sendiri, padel ini bisa jadi olahraga keluarga. Orang tua, anak, keponakan bisa kumpul semua dan berolahraga,” ujarnya.

Menurut Andre, konsep tersebut penting dalam memperluas basis masyarakat yang mengenal dan memainkan padel. Dengan semakin banyak masyarakat yang terlibat, olahraga tersebut diharapkan memiliki ekosistem yang semakin kuat, mulai dari kelompok pemula hingga atlet berprestasi.

Bukan Turnamen yang Terakhir

Andre juga memastikan penyelenggaraan Rosiade Padel Tournament Youth Series tidak berhenti pada gelaran perdana.

Rosiade Padel Club, kata dia, akan terus menggelar kompetisi serupa sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan ekosistem padel nasional, khususnya dalam memberikan ruang kompetisi bagi atlet-atlet usia muda.

“Ini yang pertama. Insyaallah bukan yang terakhir,” tegas Andre yang juga menjabat Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI.

Keberlanjutan turnamen junior dinilai penting karena kompetisi menjadi salah satu sarana untuk mengasah kemampuan sekaligus memantau perkembangan atlet sejak usia dini.

PBPI Apresiasi Turnamen Junior Gratis

Sementara itu, Ketua PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita mengapresiasi langkah Andre Rosiade dan Rosiade Padel Club yang menyelenggarakan turnamen junior secara gratis.

Menurut Galih, kompetisi usia dini memiliki peran penting dalam mencari sekaligus membina calon atlet padel Indonesia untuk menghadapi berbagai agenda kompetisi di masa mendatang.

“Acara ini penting karena kami harus melihat masa depan, lima, enam, tujuh, delapan tahun dari sekarang,” kata Galih.

Ia mengatakan, pembinaan atlet junior perlu dilakukan secara konsisten karena regenerasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan prestasi olahraga padel Indonesia.

Galih juga mengungkapkan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah Asia Junior Cup di Jakarta pada November mendatang. Kondisi tersebut membuat turnamen junior seperti Rosiade Padel Tournament Youth Series semakin penting sebagai ajang untuk melihat potensi atlet muda.

Bahkan, Galih meyakini terdapat peserta dalam turnamen tersebut yang berpeluang dipanggil mengikuti seleksi nasional.

“Saya yakin salah satu di antara yang main hari ini ada yang akan saya panggil seleknas. Berjuang terus, bermain dengan serius, dan yang paling penting have fun semuanya,” katanya.

Peserta Berpeluang Raih Poin PBPI

Galih menjelaskan, Rosiade Padel Tournament Youth Series juga merupakan bagian dari program PBPI. Para peserta akan mendapatkan poin PBPI yang menjadi bagian dari sistem pembinaan dan kompetisi padel nasional.

Sistem tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi atlet muda untuk mengikuti kompetisi secara rutin sekaligus membantu proses pemantauan perkembangan pemain.

Galih juga mengapresiasi kesediaan Andre Rosiade dalam mendukung pembinaan atlet junior. Menurutnya, dukungan tersebut bermula dari pembicaraan mengenai kebutuhan pengembangan bibit atlet padel Indonesia.

“Saya berbicara dengan Bang Andre di Semarang atau di mana, Bang Andre langsung bilang, ‘Sini, saya bantu.’ Ternyata kejadian. Jadi alhamdulillah saya senang sekali dan bangga,” ungkap Galih.

Investasi Masa Depan Padel Indonesia

Menurut Galih, pembinaan atlet junior merupakan investasi penting bagi masa depan prestasi padel Indonesia. Terlebih, Indonesia akan menghadapi berbagai agenda kompetisi internasional, termasuk Asia Junior Cup.

Karena itu, kolaborasi antara PBPI, Rosiade Padel Club dan berbagai pihak lainnya dinilai perlu terus diperkuat. Kompetisi yang rutin dan pembinaan yang terarah diharapkan dapat memperluas basis atlet sekaligus melahirkan pemain-pemain muda potensial.

Ke depan, pembinaan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan atlet yang mampu berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu membawa nama Indonesia dalam kompetisi tingkat Asia hingga internasional.

Dengan semakin banyaknya kompetisi usia dini, akses yang terbuka dan pembinaan yang berkelanjutan, olahraga padel diharapkan tidak hanya berkembang sebagai olahraga prestasi, tetapi juga menjadi olahraga keluarga dan olahraga rakyat yang dapat dinikmati masyarakat dari berbagai kelompok usia. (Cr5)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Exit mobile version