PEMERINTAHAN

Wali Kota Ayep Zaki Dorong Transformasi Digital Lewat Sukasai untuk Wujudkan Sukabumi Modern

Published

on

SUKABUMIKITA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus memperkuat arah pembangunan daerah melalui transformasi digital dan pengembangan ekonomi berbasis masyarakat. Salah satu langkah strategis yang tengah dikembangkan adalah Sukasai (Sukabumi Smart Artificial Intelligence), sebuah sistem digital terintegrasi yang diproyeksikan menjadi fondasi tata kelola pemerintahan modern sekaligus mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pengembangan Sukasai disampaikan langsung oleh Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki saat membuka kegiatan Festival Ekonomi Semesta (FESTA) Part 2 di Kecamatan Lembursitu, Sabtu (01/08/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ayep menegaskan bahwa periode 2025–2026 menjadi fase penting bagi Pemerintah Kota Sukabumi untuk membangun fondasi pemerintahan yang kuat, transparan, dan berbasis teknologi sebagai persiapan percepatan pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.

Menurutnya, pembangunan sistem pemerintahan yang terintegrasi menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin cepat serta efektif.

“Sukasai akan mengintegrasikan seluruh data pemerintahan sehingga proses pelayanan menjadi lebih terbuka, cepat, dan akuntabel. Seluruh aktivitas dapat dipantau melalui sistem sehingga peluang terjadinya penyimpangan dapat diminimalkan,” ujar Ayep.

Ia menjelaskan, Sukasai nantinya akan menghubungkan berbagai sektor pemerintahan, mulai dari data kepegawaian, perpajakan, perizinan, administrasi kependudukan, hingga data pelaku UMKM.

Melalui integrasi data tersebut, pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat sistem pengawasan terhadap berbagai proses administrasi pemerintahan.

Optimalkan Pendapatan Daerah Melalui Integrasi Data

Selain meningkatkan pelayanan masyarakat, Sukasai juga dirancang untuk mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi.

Dengan sistem data yang saling terhubung, pemerintah dapat melakukan pemantauan terhadap kepatuhan wajib pajak secara lebih akurat, mengidentifikasi potensi pendapatan daerah, serta memastikan pengelolaan sumber penerimaan berjalan lebih efektif.

Ayep menilai, teknologi digital menjadi instrumen penting dalam menciptakan pemerintahan yang lebih transparan dan mampu mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat.

Menurutnya, setiap kebijakan pembangunan harus memiliki dasar informasi yang jelas agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dorong Peran Ormas dan LSM dalam Pembangunan Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Sukabumi juga mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berada di wilayah Kota Sukabumi untuk melakukan pendataan dan mendaftarkan organisasinya kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Menurut Ayep, pendataan tersebut penting agar keberadaan organisasi masyarakat dapat terkelola dengan baik, mendapatkan pembinaan yang tepat, serta berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ia menyebut, apabila kondisi keuangan daerah terus mengalami perkembangan positif, Pemkot Sukabumi berencana memberikan dukungan pembinaan bagi ormas pada tahun 2027.

“Ormas memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sosial masyarakat. Namun seluruh proses pembangunan tetap harus berjalan secara profesional sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.

FESTA Lembursitu Jadi Penggerak Ekonomi UMKM

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, Een Rukmini, mengatakan pelaksanaan FESTA Part 2 menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk kembali menghidupkan aktivitas ekonomi di Pasar Lembursitu.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik minat masyarakat sekaligus mendorong para pelaku usaha memanfaatkan fasilitas kios dan los yang tersedia.

“FESTA bukan hanya kegiatan promosi pasar, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan bagi pelaku UMKM agar produk lokal semakin dikenal masyarakat,” ujar Een.

Melalui kegiatan bazar produk lokal, para pelaku usaha mendapatkan kesempatan memperluas pemasaran, meningkatkan jaringan usaha, serta memperkenalkan berbagai produk unggulan kepada masyarakat.

UMKM Didorong Masuk Ekosistem Digital

Dalam pelaksanaan FESTA Part 2, pemerintah juga memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM melalui berbagai program pendampingan.

Salah satunya melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, dengan memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara gratis kepada 20 pelaku UMKM.

Program tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan usaha kecil agar para pelaku usaha mendapatkan perlindungan dalam menjalankan aktivitas ekonominya.

Selain itu, Diskumindag Kota Sukabumi juga terus mendorong digitalisasi transaksi di Pasar Lembursitu. Para pedagang difasilitasi untuk membuka rekening perbankan serta menggunakan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemudahan transaksi, memperluas akses keuangan, serta mempercepat transformasi pasar tradisional menuju ekosistem perdagangan modern.

Menuju Sukabumi Digital dan Berdaya Saing

Melalui pengembangan Sukasai, pemberdayaan UMKM, serta kolaborasi berbagai pihak, Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan terciptanya ekosistem pembangunan yang lebih transparan, inklusif, dan berkelanjutan.

Pemkot Sukabumi optimistis transformasi digital dan penguatan ekonomi masyarakat dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan daerah yang lebih maju, modern, dan memiliki daya saing tinggi dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kolaborasi, kejujuran, dan kebersamaan dalam mendukung pembangunan Kota Sukabumi. (Cr5)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Exit mobile version