PEMERINTAHAN

Hadiri Tabligh Akbar, Wali Kota Sukabumi Ungkap Strategi Birokrasi

Published

on

SUKABUMIKITA.ID Pemerintah Kota Sukabumi tengah memperkuat fondasi sistem keuangan dan birokrasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja pemerintahan serta mempercepat pembangunan. Bersamaan dengan itu, Pemkot Sukabumi juga menyiapkan program pelatihan dan penempatan tenaga kerja migran sebagai salah satu langkah untuk menekan angka pengangguran.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, saat menghadiri Malam Puncak Tablig Akbar Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Lapang Perum Nirwana Graha RW 07, Selaeurih, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Ahad (30/08/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ayep menjelaskan bahwa pembenahan tata kelola pemerintahan merupakan proses yang membutuhkan waktu. Pemerintah daerah, kata dia, saat ini tengah membangun fondasi birokrasi dan sistem keuangan yang lebih kuat agar dapat menghasilkan kinerja pemerintahan yang optimal.

“Pemerintah Kota Sukabumi saat ini tengah membangun fondasi sistem keuangan dan birokrasi yang kuat,” ujar Ayep.

Menurutnya, fondasi birokrasi yang kokoh menjadi salah satu prasyarat untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan. Karena itu, proses pembenahan harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Proses perbaikan ini memang membutuhkan waktu, namun fondasi birokrasi yang kokoh dipastikan akan menghasilkan kinerja pemerintahan yang optimal, termasuk perbaikan infrastruktur seperti jalan raya yang akan dikerjakan secara bertahap,” tegasnya.

Ayep juga meminta dukungan masyarakat dalam proses pembenahan dan pembangunan yang tengah dilakukan pemerintah. Dukungan tersebut secara khusus disampaikan kepada pengurus serta warga RW 07 Kampung Selaeurih, Kelurahan Dayeuhluhur.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diperlukan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Program Kerja Migran untuk Tekan Pengangguran

Selain berbicara mengenai tata kelola pemerintahan dan pembangunan infrastruktur, Ayep Zaki menyoroti persoalan pengangguran di Kota Sukabumi.

Pemerintah Kota Sukabumi, kata dia, tengah menyiapkan solusi melalui program pelatihan dan penempatan tenaga kerja migran ke luar negeri. Program tersebut ditujukan bagi masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri dengan terlebih dahulu mendapatkan pembekalan keterampilan.

Fokus program tersebut salah satunya diarahkan kepada warga Kelurahan Dayeuhluhur yang memiliki minat menjadi tenaga kerja migran.

“Pendaftaran dan pelatihan difasilitasi langsung oleh LPK Politeknik Sukabumi,” jelas Ayep.

Melalui program tersebut, calon tenaga kerja migran tidak hanya mendapatkan akses pendaftaran, tetapi juga menjalani proses pelatihan sebelum ditempatkan untuk bekerja di luar negeri.

Peserta akan menjalani pelatihan intensif selama kurang lebih enam bulan. Masa pelatihan tersebut difokuskan pada penguasaan bahasa asing dan peningkatan keterampilan kerja atau skill sesuai kebutuhan pekerjaan.

Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan peserta sebelum memasuki dunia kerja sehingga mereka memiliki kemampuan yang lebih memadai ketika ditempatkan di negara tujuan.

Targetkan 200-300 Peserta per Kelurahan

Untuk memperluas manfaat program, Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan sekitar 200 hingga 300 warga dari setiap kelurahan dapat memanfaatkan program pelatihan dan penempatan kerja tersebut.

Target tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan sekaligus menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran.

Program tenaga kerja migran juga diharapkan tidak hanya berorientasi pada keberangkatan warga untuk bekerja ke luar negeri, tetapi juga memastikan calon pekerja memiliki bekal bahasa dan keterampilan yang sesuai.

Dengan penguatan birokrasi dan sistem keuangan di satu sisi serta pembukaan akses kesempatan kerja di sisi lainnya, Pemkot Sukabumi berharap berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk mendukung proses pembenahan tersebut agar program pembangunan, peningkatan pelayanan publik, hingga penyediaan lapangan kerja dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan. (Cr5)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Exit mobile version