TPT Longsor di Jayaraksa, BPBD Kota Sukabumi Waspadai Potensi Banjir

SUKABUMIKITA.ID – Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Tugu, Kelurahan Jayaraksa, Kota Sukabumi, ambruk pada Jumat (03/04/2026) dini hari sekitar pukul 02.15 WIB.

Material longsoran tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menyumbat aliran sungai sehingga berpotensi memicu banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menyampaikan bahwa TPT yang longsor memiliki panjang sekitar 12 meter dan berdampak langsung terhadap dua unit rumah warga.

“Salah satu rumah milik Ibu Kakay Kartika mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian dapur dan kamar mandi yang hancur terbawa material hingga ke dasar sungai,” ujarnya saat meninjau lokasi kejadian.

Yoseph mengungkapkan, meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kondisi saat ini cukup mengkhawatirkan karena material longsoran menutup aliran sungai.

“Material longsoran kini menyumbat aliran sungai. Ini yang paling kami khawatirkan karena ancaman banjir kini mengintai warga sekitar,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi TPT sebelumnya memang sudah mengalami keretakan sehingga tidak mampu menahan beban bangunan di atasnya. Selain itu, rembesan air dari sungai yang terus menggerus tanah turut memperparah kondisi hingga akhirnya terjadi longsor.

Saat ini, tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Sukabumi tengah melakukan upaya penanganan darurat dengan fokus utama membuka kembali aliran sungai yang tertutup material longsor.

“Material yang menutupi sungai harus segera diangkat. Jika terjadi hujan di hulu dan air meluap akibat sumbatan ini, dampaknya bisa meluas ke rumah-rumah lain di bantaran sungai,” tegas Yoseph.

Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD, Tagana, Babinsa, serta masyarakat setempat juga terus melakukan pendataan serta pengamanan di lokasi terdampak.

Dalam penanganan pasca-bencana ini, sejumlah kebutuhan mendesak telah diidentifikasi, di antaranya terpal serta material bangunan seperti semen dan batu untuk proses perbaikan sementara.

BPBD juga mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi memperparah kondisi.

“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama jika hujan turun deras. Fokus kami saat ini adalah memastikan aliran sungai kembali normal agar risiko banjir bisa diminimalkan,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan pemerintah akan perlunya pengawasan serta perawatan infrastruktur penahan tanah, terutama di wilayah rawan longsor di Kota Sukabumi. (Cr5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *