SUKABUMIKITA.ID – menegaskan tahun pertama kepemimpinannya bersama menjadi fase krusial dalam meletakkan fondasi pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan refleksi satu tahun kepemimpinan bertema “Satu Tahun Pengabdian, Penyiapan Fondasi Pembangunan” yang digelar, Jumat (20/02/2026) sore.
Dalam acara yang berlangsung di Gedung Juang Kota Sukabumi tersebut, Ayep memaparkan sejumlah capaian awal menunjukkan arah yang positif. Salah satu indikator utama adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 12,47 persen atau sekitar Rp54 miliar pada tahun pertama.
“Ini awal yang baik sehingga saya optimis untuk tahun pertama, kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Kita akan peningkatan setiap tahunnya,” ujarnya.
Ia bahkan menargetkan tren kenaikan PAD dapat terus berlanjut hingga mencapai 32 persen pada tahun-tahun berikutnya, dengan catatan persatuan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat tetap terjaga.
Fokus Pengangguran, Kemiskinan, dan Sampah
Ayep menjelaskan, dari 26 indikator pembangunan daerah, terdapat sejumlah isu prioritas yang akan menjadi fokus utama pemerintahannya ke depan. Di antaranya adalah persoalan pengangguran, kemiskinan, dan pengelolaan sampah.
“Itu menjadi kegiatan kolektif dari program kerja ke depan,” tegasnya.
Menurutnya, penanganan isu-isu tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Khusus persoalan sampah, Ayep mengakui Kota Sukabumi masih mencari pola penanganan paling efektif. Ia menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) agar persoalan sampah dapat diselesaikan di dalam kota tanpa membebani wilayah lain.
Peningkatan Kompetensi ASN Jadi Agenda Prioritas
Selain fokus eksternal, Ayep juga menyoroti pembenahan internal birokrasi. Ia menilai peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi agenda utama agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sistem kerja baru.
“Orang Sukabumi itu pintar, tetapi kompetensinya harus terus dilatih agar mampu menyesuaikan ritme perubahan,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya birokrasi yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat sebagai kunci percepatan pembangunan.
Momentum Muhasabah, Bukan Seremonial
Kegiatan refleksi satu tahun kepemimpinan tersebut turut diisi dengan penyerahan Qordhul Hasan kepada para penerima manfaat, santunan bagi anak yatim, serta tausiah reflektif dari Ketua MUI Kota Sukabumi, KH Ahmad Nawawi Sadili.
Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa momentum satu tahun kepemimpinan bukanlah ajang perayaan, melainkan muhasabah atau refleksi atas perjalanan pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga mengutip pemikiran klasik dalam kitab karya tentang pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai kenabian sebagai fondasi moral pemerintahan.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, Sekda Andang Tjahjandi, Ketua TKPP, Ketua TP PKK Ranty Rachmatilah, Kia Florita selaku istri Wakil Wali Kota, jajaran aparatur Pemerintah Kota Sukabumi, serta berbagai unsur kemasyarakatan. (Cr5)
