Rapat Paripurna HUT ke-112 Kota Sukabumi, Refleksi Sejarah hingga Arah Pembangunan

SUKABUMIKITA.ID – Salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi diisi dengan Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi yang digelar pada Rabu (01/04/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, hingga tamu undangan lainnya.

Rapat paripurna tersebut dihadiri oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Ketua PKK, para mantan wali kota dan wakil wali kota periode 1998–2023, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat diwakili oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menggantikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berhalangan hadir karena menghadiri agenda di Jakarta.

Rapat dibuka oleh Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, yang menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi sidang paripurna. Selanjutnya, sejarah singkat Kota Sukabumi dibacakan oleh Mojang dan Jajaka Kota Sukabumi.

Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa nama “Soeka-Boemi” mulai dikenal pada 13 Januari 1815 oleh seorang administratur perkebunan asal Belanda, Andries Christoffel Johannes de Wilde, yang saat itu mencari lahan perkebunan di wilayah Sukabumi.

Sejarah kemudian mencatat bahwa Kotapraja Sukabumi resmi berdiri pada 1 April 1914 pada masa Hindia Belanda. Sejak saat itu, berbagai perubahan dan perkembangan terjadi hingga Sukabumi menjadi kota seperti saat ini.

Perwakilan tokoh masyarakat, Mohammad Muraz, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pandangan serta harapan masyarakat terhadap pengelolaan Kota Sukabumi ke depan. Ia menilai potensi yang dimiliki kota harus terus dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ayep Zaki menegaskan bahwa pembangunan Kota Sukabumi membutuhkan kerja sama seluruh pihak.

“Untuk itu, saya mengajak seluruh unsur, mari kita satukan potensi dan inovasi baik dari partai politik, tokoh masyarakat, maupun organisasi kemasyarakatan untuk membangun Kota Sukabumi,” ujarnya.

Ayep juga mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi tahun 2025 mencapai Rp1,175 triliun. Ia berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat, khususnya dalam realisasi dana kurang salur untuk mendukung berbagai program pembangunan.

“Pembangunan tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan kebersamaan, gotong royong, dan kolaborasi agar harapan masyarakat dapat terwujud,” tegasnya.

Di sektor kesehatan, Ayep menyebut RSUD R. Syamsudin, SH kini telah memiliki sejumlah layanan unggulan seperti stem cell, kemoterapi, bedah mulut, hingga rehabilitasi jantung. Ia berharap peningkatan layanan tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Mengakhiri sambutannya, Ayep mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan nilai kebersamaan meskipun terdapat perbedaan pandangan.

“Hayu urang silih geuing jeung nénjokeun sikep silih asah, asih, jeung asuh,” pungkasnya.

Di sisi lain, Sekda Jawa Barat Herman Suryatman mengajak seluruh pihak menjadikan momentum Hari Jadi Kota Sukabumi sebagai refleksi dalam pembangunan daerah.

Ia menekankan pentingnya tiga dimensi waktu, yakni masa lalu, masa kini, dan masa depan sebagai landasan dalam merancang pembangunan yang berkelanjutan.

“Jawa Barat itu agregat. Terwujudnya Jabar istimewa sangat ditentukan oleh daerah-daerahnya, termasuk Kota Sukabumi,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan harus dilakukan secara konkret dan terukur agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi ini pun menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan sejarah sekaligus merumuskan arah pembangunan ke depan, dengan tujuan mewujudkan masyarakat yang sejahtera dalam semangat kebersamaan dan harmoni. (Cr5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *