SUKABUMIKITA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras pada tahun 2025. Pengumuman tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri panen raya di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (07/01/2026).
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Rabu, 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Prabowo di hadapan ribuan petani dan undangan.
Prabowo menyampaikan, capaian swasembada beras ini berhasil diraih jauh lebih cepat dari target awal pemerintah. Sebelumnya, pemerintah menargetkan swasembada pangan dapat tercapai dalam waktu empat tahun. Namun, hanya dalam satu tahun masa pemerintahan, Indonesia berhasil memenuhi kebutuhan beras secara mandiri.
“Satu tahun kita sudah swasembada. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri. Satu tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain,” tegas Prabowo.
Presiden juga mengungkapkan bahwa Indonesia secara resmi telah mencapai swasembada beras sejak 31 Desember 2025. Bahkan, cadangan beras nasional yang tersimpan di gudang-gudang pemerintah saat ini tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
“Alhamdulillah, Desember 31 tahun 2025, pukul 24.00 WIB, kita resmi menyatakan Republik Indonesia swasembada beras. Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia, bahkan melampaui masa pemerintahan Presiden Soeharto,” kata Prabowo saat taklimat awal tahun bersama Kabinet Merah Putih di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (06/01/2026).
Prabowo menjelaskan, cadangan beras nasional saat ini telah melampaui angka 3 juta ton. Sebelumnya, cadangan tertinggi yang pernah dimiliki Indonesia berada di kisaran 2 juta ton.
“Kita di puncaknya pernah punya cadangan beras 2 juta ton. Hari ini cadangan beras kita lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” ujarnya.
Menurut Prabowo, capaian swasembada beras merupakan hasil kerja keras seluruh elemen bangsa, mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya. Ia menekankan pentingnya kemandirian pangan di tengah situasi global yang tidak menentu akibat konflik dan perang di berbagai negara.
“Kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik di mana-mana, sumber impor beras kita seperti Thailand, Kamboja, dan Vietnam juga mengalami konflik. Setelah perang, negosiasi, damai, bisa meletus lagi,” ujar Prabowo.
Ia juga mengingatkan pengalaman saat pandemi Covid-19, ketika banyak negara pengekspor pangan menutup keran ekspor sehingga Indonesia kesulitan melakukan impor meskipun memiliki kemampuan finansial. “Walaupun kita punya uang, kalau impor berarti devisa kita keluar. Karena itu, pangan dan energi harus kita mandiri,” tegasnya.
Setelah keberhasilan swasembada beras, Presiden Prabowo menyatakan pemerintah akan melanjutkan agenda besar menuju swasembada energi sebagai bagian dari penguatan kedaulatan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menganugerahkan tanda kehormatan kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi besar terhadap keberhasilan swasembada beras. Penganugerahan dilakukan bersamaan dengan pengumuman swasembada beras di Karawang.
Penerima tanda kehormatan antara lain Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Bupati Karawang Aep Syaepuloh, sejumlah petani, prajurit TNI, serta kelompok tani. Menteri Pertanian Amran Sulaiman dianugerahi Bintang Jasa atas kontribusinya dalam mempercepat pencapaian swasembada beras.
Penganugerahan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 dan 2 TK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wirakarya.
“Menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Jasa sebagai penghargaan atas jasanya yang besar di suatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi keselamatan, kesejahteraan, dan kebesaran bangsa dan negara,” ujar Sekretaris Militer Presiden saat membacakan Keppres.
Selain itu, Presiden juga menganugerahkan Satyalancana Wirakarya kepada para penerima sebagai penghargaan atas darma bakti besar yang dapat dijadikan teladan bagi masyarakat.
Presiden Prabowo menyematkan langsung tanda kehormatan tersebut kepada para penerima, termasuk Bintang Jasa Pratama kepada Heri Sunarto, petani dari Kelompok Tani Ngudi Luhur, Kabupaten Sukoharjo. Tercatat, sebanyak 11 penerima hadir langsung mewakili total 91 penerima Satyalancana Wirakarya dari berbagai daerah. (Cr5)
