Petugas SPPG Injak Melon Tuai Kritik, Aktivis Melanie Subono Ikut Bereaksi

SUKABUMIKITA.ID – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video seorang petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menginjak buah melon di dalam keranjang. Aksi tersebut menuai kecaman publik karena dianggap tidak pantas dan mencederai standar kebersihan pangan.

Dalam video yang beredar, petugas tersebut tampak tertawa sambil memasukkan satu kakinya ke dalam keranjang berisi melon yang diletakkan di lantai. Perilaku tersebut langsung mendapat reaksi keras dari warganet.

Tak lama setelah viral, petugas yang bersangkutan memberikan klarifikasi melalui video yang diunggah akun TikTok @novir007 pada Senin (06/04/2026).

Ia menjelaskan bahwa tindakannya dilakukan saat sedang memperagakan posisi ketika dirinya terjatuh sebelumnya, bukan dengan maksud merusak atau melecehkan bahan makanan.

“Posisi saat itu saya sedang memperagakan kejadian sebelumnya ketika saya terjatuh,” ucapnya.

Namun demikian, ia mengakui kesalahannya dan menyatakan bahwa tindakannya tidak layak untuk dicontoh.

Dalam pernyataannya, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam bertindak di masa mendatang.

Kontroversi ini turut menarik perhatian publik figur, termasuk Melanie Subono, yang secara terbuka mengkritik tindakan tersebut.

Melanie menilai aksi tersebut mencerminkan kurangnya profesionalitas dan kepedulian terhadap pekerjaan, terutama di bidang pelayanan gizi yang berkaitan langsung dengan masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran di era digital, di mana setiap tindakan dapat dengan mudah terekam dan tersebar luas.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada informasi resmi terkait identitas petugas maupun langkah yang akan diambil oleh instansi terkait atas insiden tersebut.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga etika, profesionalitas, dan standar kebersihan dalam pengelolaan makanan, terutama di sektor pelayanan publik. (Cr5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *