SUKABUMIKITA.ID – Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk menjaga kekompakan dan sinergi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat dalam merealisasikan berbagai program pembangunan pada tahun 2026.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemdaprov Jawa Barat menyatakan kesiapan mendukung seluruh kegiatan DPRD Jawa Barat sepanjang 2026, demi memastikan roda pemerintahan dan pembangunan daerah berjalan efektif dan berkelanjutan.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan, hubungan harmonis antara eksekutif dan legislatif merupakan kunci utama dalam mencapai target-target pembangunan daerah.
“Eksekutif dan legislatif harus tetap kompak untuk mencapai seluruh program pembangunan,” ujar Erwan saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (05/01/2026).
Rapat paripurna tersebut dirangkaikan dengan Pembukaan Masa Sidang II Tahun Sidang 2025–2026 serta Penetapan Alat Kelengkapan DPRD Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, yang menjadi momentum penting dalam mengawali agenda kerja DPRD di tahun berjalan.
Lebih lanjut, Erwan menyampaikan bahwa pada 2026 Pemdaprov Jawa Barat bersama DPRD Jabar dan seluruh pemangku kepentingan akan tetap memprioritaskan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah isu strategis menjadi fokus utama, di antaranya penurunan angka pengangguran, pengentasan kemiskinan, penurunan prevalensi stunting, serta upaya memperkecil ketimpangan sosial melalui perbaikan indeks gini.
“Kita akan lebih banyak turun langsung ke masyarakat. Selain itu, pembangunan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Jawa Barat juga tetap menjadi perhatian utama,” jelasnya.
Untuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran, Erwan menargetkan penurunan minimal sebesar 0,5 persen hingga 1 persen, bahkan lebih, pada 2026 melalui berbagai program strategis yang dijalankan secara terpadu dan berkelanjutan.
Sementara dalam penanganan stunting, Erwan mengungkapkan bahwa Provinsi Jawa Barat telah mencatatkan capaian positif dengan penurunan angka stunting lebih dari 5 persen, yang termasuk tertinggi secara nasional. Ia berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Kita ingin Jawa Barat tetap menjadi yang terbaik secara nasional dalam penanganan stunting,” ujarnya.
Selain itu, Pemdaprov Jawa Barat juga terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, salah satunya melalui dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Melalui sinergi yang solid antara eksekutif dan legislatif, Pemdaprov Jawa Barat optimistis target pembangunan 2026 dapat tercapai secara optimal demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. (Cr5)
