SUKABUMIKITA.ID – Kondisi jalan rusak dan berlubang di kawasan Ciaul Pasir, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, kembali memakan korban. Kali ini, seorang lansia bernama Ujang Supriatna (69), yang akrab disapa Mang Ukri, mengalami luka serius setelah terjatuh dari sepeda motor di depan SMPN 15 Kota Sukabumi.
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban melintas dari arah Ciaul Pasir atas menuju arah bawah pada pagi hari. Tanpa diduga, ban sepeda motor yang dikendarainya terperosok ke lubang besar di badan jalan.
Akibatnya, Mang Ukri kehilangan kendali dan terjatuh hingga terpelanting ke aspal.
Benturan keras membuat korban mengalami luka cukup parah, terutama di bagian wajah yang mengalami pendarahan. Selain itu, korban juga mengalami luka robek serta memar di tangan dan kaki.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan. Salah satunya, Ajun (36), yang mengaku langsung mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Saya lihat kondisinya sudah berdarah-darah. Tanpa pikir panjang langsung saya bawa ke puskesmas agar segera ditangani,” ujarnya.
Menurut Ajun, kecelakaan akibat jalan rusak di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Bahkan, ia menyebut insiden serupa sudah kerap terjadi dan menjadi “menu harian” bagi pengguna jalan.
Ia mengungkapkan, jalan tersebut terakhir kali diperbaiki secara menyeluruh sekitar 25 tahun lalu. Setelah itu, perbaikan hanya dilakukan secara tambal sulam dan tidak bertahan lama.
“Terakhir di-hotmix total itu sekitar 25 tahun lalu. Setelah itu hanya tambal sulam, itu pun sudah lama,” katanya.
Minimnya perhatian dari pemerintah membuat warga setempat sempat berinisiatif memperbaiki jalan secara swadaya. Mereka mengumpulkan dana untuk mengecor sejumlah titik lubang.
Namun, upaya tersebut tidak bertahan lama karena tingginya volume kendaraan yang melintas. Material tambalan kembali rusak, terlebih saat hujan turun.
Kini, kondisi jalan hanya diperbaiki seadanya menggunakan sisa material bangunan, yang mudah rusak dan tidak memberikan solusi jangka panjang.
Warga berharap insiden yang menimpa Mang Ukri menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret.
Jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan antarwilayah di Kota dan Kabupaten Sukabumi, sehingga dinilai sangat penting untuk segera diperbaiki secara permanen.
“Jangan sampai harus ada korban jiwa dulu baru diperbaiki,” tegas Ajun mewakili keresahan warga.
Kondisi ini kembali menegaskan pentingnya percepatan penanganan infrastruktur dasar demi keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan. (Cr5)
