SUKABUMIKITA.ID – Malam pergantian Tahun Baru 2026 M yang seharusnya menjadi momen penuh suka cita bagi warga Kota Sukabumi justru berubah mencekam. Aksi brutal yang diduga dilakukan sekelompok pemuda dari gerombolan geng motor mengakibatkan empat warga mengalami luka bacok dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cikole, Kecamatan Cikole, lokasi yang sangat dekat dengan pusat pemerintahan Kota Sukabumi. Ironisnya, jarak antara Balai Kota Sukabumi dan tempat kejadian perkara (TKP) diperkirakan hanya sekitar 100 meter.
Akibat serangan tersebut, keempat korban dievakuasi warga ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD R. Syamsudin SH (Bunut) untuk mendapatkan perawatan medis. Dua di antaranya dilaporkan mengalami luka serius hingga harus menjalani perawatan intensif.
Humas RSUD Bunut, dr. Irfan Nugraha Triputra Irawan, membenarkan adanya empat korban luka akibat kekerasan dengan senjata tajam yang masuk ke rumah sakit pada malam pergantian tahun. “Keempat korban masing-masing berinisial MY (27), MP (20), AA (19), dan MR (17). Seluruhnya sudah mendapatkan penanganan medis. Namun dua orang, yakni MY dan MR, harus menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit,” ujar dr. Irfan kepada awak media, Jumat (02/01/2026).
Ia menjelaskan, dua korban lainnya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan tindakan medis berupa penjahitan luka dan pemberian obat-obatan yang diperlukan. “Dua pasien yang dipulangkan mengalami luka di bagian pipi, bahu kiri, hingga punggung. Setelah ditangani secara medis dan kondisinya stabil, mereka boleh pulang,” jelasnya.
Sementara itu, dua korban yang masih dirawat mengalami luka cukup serius. Salah satu korban mengalami luka sobek di telapak tangan dan lutut kanan, sedangkan korban lainnya mengalami luka parah pada jari tengah yang nyaris putus dan direncanakan harus menjalani tindakan operasi. “MY direncanakan akan masuk ke meja operasi untuk penanganan lebih lanjut,” tambah dr. Irfan.
Dari hasil pemeriksaan medis, pihak rumah sakit mengindikasikan luka para korban berasal dari benda tajam, terlihat dari karakteristik luka yang memiliki tepi tajam. Namun, jenis senjata yang digunakan belum dapat dipastikan. “Korban tidak ada yang bisa mengingat secara pasti benda tajam apa yang digunakan pelaku, sehingga jenis senjatanya belum dapat dipastikan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik aksi kekerasan yang kembali menodai rasa aman masyarakat Kota Sukabumi. (Cr5)
