Kisah Sahal Kamil, Seniman Muda Sukabumi yang Menembus Dunia Internasional Lewat Pulpen Warna

SUKABUMIKITA.ID — Di tangan kreatif Sahal Kamil (22), alat tulis sederhana berupa pulpen warna-warni menjelma menjadi karya seni bernilai tinggi. Pemuda asal Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi ini berhasil menembus pasar seni nasional hingga internasional dengan medium yang tak lazim, sekaligus mengubah trauma masa lalu dan keterbatasan ekonomi menjadi prestasi yang membanggakan.

Perjalanan Sahal menuju pengakuan publik tidak berlangsung instan. Usai lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), ia sempat mengalami masa vakum berkarya hampir tiga tahun. Kegagalan memasarkan jasa lukis pensil membuat langkahnya terhenti, diperparah dengan kondisi ekonomi yang membatasi akses terhadap perlengkapan seni konvensional seperti kanvas dan cat mahal.

Alih-alih menyerah pada keadaan, titik balik justru datang pada 2024. Dalam keterbatasan, Sahal memilih pulpen warna-warni sebagai medium utama berkarya. Pilihan yang awalnya dianggap sederhana itu justru menjadi fondasi identitas artistik yang kuat dan berbeda di tengah arus seni rupa kontemporer.

“Saat itu saya merasa menemukan identitas sendiri sebagai seniman,” ungkap Sahal, Minggu (01/02/2026).

Baca Juga:  Wakil Wali Kota Sukabumi Lepas HAPMI ke Ajang Nasional, Dorong Kebangkitan Musik dan Ekonomi Kreatif

Sahal kemudian mengembangkan teknik khas berupa goresan putar dengan menggunakan sepuluh mata pulpen sekaligus. Teknik ini menghasilkan tekstur visual yang kompleks, detail, dan memiliki karakter kuat—membedakan karyanya dari seniman lain yang umumnya menggunakan medium konvensional.

Bagi Sahal, seni tidak berhenti pada persoalan estetika semata. Karya-karyanya menjadi ruang katarsis, tempat ia menyalurkan pengalaman hidup yang membekas sejak kecil. Salah satu karya paling personal dan monumental berjudul Bullying, lahir dari pengalaman pahit perundungan yang pernah ia alami.

Melalui visual lidah-lidah tajam yang menembus tubuh manusia, Sahal menghadirkan representasi luka batin secara jujur dan frontal. Ia menyebut seni sebagai ruang aman untuk bertahan dan berdamai dengan trauma.

“Seni menjadi ruang aman bagi saya untuk jujur dan bertahan,” jelasnya.

Baca Juga: Pelatihan Musik Disporapar Sukabumi Asah Kreativitas Pemuda Berbakat

Selain pengalaman personal, Sahal juga konsisten mengangkat isu kesehatan mental dan problem sosial sebagai pesan utama dalam setiap karyanya. Ia ingin karyanya menjadi medium dialog sekaligus refleksi atas realitas sosial yang kerap luput dari perhatian.

Kerja keras Sahal mulai menuai hasil pada Agustus 2025. Melalui konten proses kreatif yang diunggah di YouTube, Facebook, dan Instagram, karya-karyanya menarik perhatian publik luas dengan jumlah penayangan mencapai puluhan juta kali. Dari ruang digital inilah, nama Sahal Kamil mulai dikenal dan dilirik oleh kolektor seni, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Kesuksesan di media sosial membuka jalan bagi Sahal untuk berkolaborasi dengan sejumlah galeri besar. Pengakuan ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai seniman muda dengan pendekatan medium alternatif yang kuat dan relevan dengan isu zaman.

Kepada generasi muda, Sahal berpesan agar tidak gentar menghadapi keterbatasan dalam berkarya.

“Fokuslah pada kejujuran dalam berkarya, bukan pada hasil yang instan. Jangan takut memulai dari keterbatasan, karena dari situlah karakter dan keunikan karya terbentuk,” ujarnya.

Sebagai puncak perjalanan transformasinya, Sahal Kamil dijadwalkan menggelar pameran tunggal perdana bertajuk Urban Anarchy. Pameran ini akan mengangkat realitas kehidupan perkotaan, ketimpangan sosial, serta sisi gelap kehidupan urban yang kerap luput dari sorotan publik.

Pameran Urban Anarchy dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2026 pukul 19.00 WIB di Graha STR, Jakarta Selatan. Kisah Sahal Kamil menjadi bukti bahwa kejujuran dalam berkarya, keberanian menghadapi trauma, serta kreativitas dalam keterbatasan mampu melahirkan identitas seni yang kuat—bahkan dari sebatang pulpen sederhana. (Cr5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *