SUKABUMIKITA.ID – Ketua Bidang I TP Kota Sukabumi, Kia Florita, mengapresiasi peran dan kontribusi Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (ASPEDI) DPC Kota Sukabumi dalam mendorong penguatan sektor industri pernikahan sekaligus ekonomi kreatif lokal. Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Workshop Karier dan Rumah Tangga yang menjadi bagian dari rangkaian Sukabumi Wedding Expo 2026, di Hotel Laska Kota Sukabumi, Minggu (01/02/2026).
Kegiatan workshop yang dikemas dalam format talkshow ini mengusung tema “Career Goals & Married Goals”, dengan fokus pada konsep power couple mentality. Konsep tersebut menekankan pentingnya peran pasangan suami istri dalam saling mendukung, mendefinisikan tujuan bersama, serta membangun sinergi antara ambisi karier dan keharmonisan rumah tangga.
Baca Juga: Bidang PSDA Bappeda Kota Sukabumi Perkuat Perencanaan Perekonomian Daerah Sepanjang 2025
Dalam sesi talkshow, Kia Florita hadir sebagai narasumber dan menyampaikan pandangannya mengenai dinamika peran perempuan di era modern. Ia menilai bahwa perempuan memiliki ruang yang luas untuk berkembang dalam karier, tanpa harus mengorbankan nilai-nilai keharmonisan keluarga, selama dilandasi komunikasi yang sehat dan saling pengertian.
“Dalam pernikahan modern, tantangannya bukan hanya soal ekonomi, tetapi bagaimana pasangan mampu berkomunikasi, saling memahami, dan menurunkan ego masing-masing,” ungkap Kia Florita di hadapan para peserta.
Ia juga membagikan kisah perjalanan rumah tangganya yang telah berjalan selama 16 tahun, termasuk pengalaman sebelum menikah ketika salah satu pasangan sempat berkarier di dunia hiburan. Dari pengalaman tersebut, ia menekankan bahwa ego dan ambisi pribadi kerap menjadi ujian dalam pernikahan.
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Gandeng BWI, Benahi Pengelolaan Wakaf dan Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD
Menurut Kia Florita, keberlangsungan rumah tangga tidak lepas dari pengorbanan dan kesepakatan bersama. Dalam beberapa fase kehidupan, keputusan besar harus diambil, termasuk pilihan untuk meninggalkan karier demi menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga.
“Pernikahan itu bukan soal siapa yang lebih dominan, tapi bagaimana dua orang mau bertumbuh bersama dan menyepakati arah hidup yang dijalani,” tuturnya.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas pentingnya menyelesaikan persoalan rumah tangga secara bijak sebelum menjalani aktivitas lain, membangun kepercayaan satu sama lain, serta mengelola keuangan keluarga secara terbuka dan bertanggung jawab.
Kia Florita menekankan bahwa jodoh merupakan cerminan diri. Oleh karena itu, pernikahan seharusnya menjadi ruang untuk saling belajar, memperbaiki diri, dan tumbuh bersama sebagai pasangan.
Melalui kegiatan ini, ASPEDI DPC Kota Sukabumi dinilai tidak hanya mempromosikan industri pernikahan dari sisi bisnis dan jasa, tetapi juga menghadirkan edukasi nilai-nilai keluarga yang relevan bagi pasangan muda dan masyarakat luas.
Peserta Nilai Workshop Inspiratif
Para peserta workshop mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Mereka menilai workshop ini inspiratif, komunikatif, dan memberikan perspektif baru dalam membangun rumah tangga yang seimbang antara karier dan kehidupan keluarga.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi Sukabumi Wedding Expo 2026 sebagai ajang yang tidak hanya menampilkan tren industri pernikahan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan refleksi bagi calon pasangan maupun keluarga muda di Kota Sukabumi. (Cr5)
