Kerja Senyap, Hasil Nyata: Strategi Ibnu Wibowo Perkuat Keamanan Lapas

SUKABUMIKITA.ID – Sosok Ibnu Wibowo mungkin tidak banyak dikenal publik luas. Namun, di balik sikapnya yang tenang dan minim sorotan, pria yang kini menjabat sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Kelas IIA Warungkiara itu dikenal sebagai figur pekerja keras yang mengedepankan hasil nyata.

Sejak resmi bertugas di Lapas Kelas IIA Warungkiara pada akhir 2025 hingga awal 2026, Ibnu langsung melakukan pembenahan sistem pengamanan. Ia menekankan pentingnya disiplin, ketertiban, serta respons cepat dalam setiap lini kerja petugas.

Pendekatan yang ia bangun tidak sekadar berorientasi pada pengawasan fisik, tetapi juga menyasar pada pembentukan sistem kerja yang solid dan profesional.

Bagi Ibnu Wibowo, pengamanan di lembaga pemasyarakatan bukan hanya soal menjaga tembok tinggi atau pintu besi yang terkunci rapat. Lebih dari itu, ia menilai keamanan harus menciptakan rasa nyaman bagi seluruh penghuni lapas, baik petugas maupun warga binaan.

Ia mengusung prinsip kerja yang sederhana namun kuat: bekerja tanpa banyak sorotan, tetapi berdampak nyata.

“Saya percaya, kerja yang baik tidak selalu harus terlihat ramai. Yang penting hasilnya dirasakan. Senyap bukan berarti lenyap, justru kami bekerja memastikan semuanya berjalan aman dan tertib,” ujarnya saat ditemui di sela aktivitasnya, Senin (13/04/2026).

Pendekatan ini menjadi warna baru dalam sistem pengamanan di Lapas Warungkiara, yang kini mengedepankan stabilitas dan kondusivitas lingkungan.

Sebelum bertugas di Warungkiara, Ibnu Wibowo diketahui pernah mengemban tugas di Lapas Kelas IIB Sukabumi. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam memahami dinamika pengamanan di lingkungan pemasyarakatan.

Dengan latar belakang tersebut, Ibnu dinilai memiliki pemahaman yang matang dalam menangani berbagai potensi gangguan keamanan, mulai dari hal teknis hingga pendekatan humanis kepada warga binaan.

Ia menyadari bahwa tantangan di lapas tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial dan psikologis. Oleh karena itu, ia mendorong jajarannya untuk tetap profesional sekaligus humanis dalam menjalankan tugas.

Di bawah kepemimpinannya, penguatan budaya kerja menjadi salah satu fokus utama. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, kekompakan, serta komunikasi yang efektif antarpetugas.

Menurutnya, keamanan yang kuat tidak bisa berdiri sendiri tanpa didukung tim yang solid.

“Keamanan adalah pondasi utama. Kalau suasana aman, pembinaan juga akan berjalan lebih baik,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pendekatan yang lebih manusiawi terhadap warga binaan. Baginya, suasana lapas yang kondusif akan berdampak langsung pada keberhasilan program pembinaan.

Langkah-langkah yang dilakukan Ibnu Wibowo dinilai sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih baik.

Dengan kombinasi antara ketegasan, kedisiplinan, dan pendekatan humanis, ia berupaya menghadirkan lingkungan lapas yang tidak hanya aman, tetapi juga mendukung proses pembinaan yang optimal.

Di tengah dinamika dan tantangan yang ada, sosok Ibnu menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu harus tampil mencolok. Justru, melalui kerja yang konsisten dan terukur, perubahan nyata dapat dirasakan secara perlahan namun pasti. (Cr5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *