Kemenkeu Catat Realisasi KUR NTT 2025 Tembus Rp2,75 Triliun

SUKABUMIKITA.ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp2,75 triliun hingga akhir Desember 2025. Dana tersebut telah disalurkan kepada 64.853 debitur dan mencapai 94,5 persen dari target penyaluran tahun 2025.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Provinsi NTT, Adi Setiawan, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan dan minat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap pembiayaan bersubsidi pemerintah.

“Sampai dengan 30 Desember 2025, penyaluran KUR di NTT sebesar Rp2,75 triliun atau 94,5 persen dari target 2025,” ujar Adi di Kupang, Jumat (02/01/2026), dikutip dari media nasional.

Ia menjelaskan, target penyaluran KUR NTT pada 2025 ditetapkan sebesar Rp2,91 triliun untuk 27.828 debitur. Dari sisi jumlah penerima, realisasi justru melonjak signifikan hingga mencapai 132,24 persen dari target debitur atau meningkat lebih dari dua kali lipat.

Untuk KUR Mikro berbasis konvensional, target sebesar Rp2,17 triliun bagi 22.620 debitur telah terealisasi Rp2,04 triliun atau sekitar 94 persen. Menariknya, jumlah penerima KUR Mikro mencapai 61.176 debitur, jauh melampaui target awal. Sementara itu, target penyaluran KUR dengan skema syariah ditetapkan sebesar Rp62,22 miliar untuk 3.080 debitur.

Dalam penyaluran KUR di NTT, Bank Rakyat Indonesia (BRI) tercatat sebagai bank penyalur terbesar dengan nilai mencapai Rp2,25 triliun kepada 59.366 debitur.

Berdasarkan sektor usaha, penyaluran KUR masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran dengan porsi 52,58 persen. Adi menilai, ke depan diperlukan sinergi berbagai pihak agar penyaluran KUR lebih merata ke sektor produktif lainnya, khususnya sektor perikanan yang saat ini baru menyerap 2,54 persen dari total penyaluran.

Dari sisi wilayah, Kota Kupang menjadi daerah dengan penyaluran KUR terbesar senilai Rp296,24 miliar untuk 3.770 debitur. Disusul Kabupaten Sikka sebesar Rp195,97 miliar untuk 5.127 debitur. Adapun penyaluran terendah tercatat di Kabupaten Malaka sebesar Rp16,10 miliar untuk 105 debitur dan Kabupaten Sabu Raijua Rp5,07 miliar untuk 134 debitur.

Selain KUR, Kemenkeu juga mencatat penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di NTT hingga 30 Desember 2025 mencapai Rp354,68 miliar. Angka tersebut tumbuh 12 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan jumlah debitur sebanyak 59.187 orang atau meningkat 1,68 persen (yoy).

“PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi penyalur terbesar pembiayaan UMi dengan nilai Rp338,69 miliar untuk 67.397 debitur yang mayoritas menggunakan skema kelompok,” kata Adi.

Secara wilayah, penyaluran UMi terbesar berada di Kabupaten Manggarai dengan total Rp36,60 miliar untuk 6.915 debitur. Sementara dari sisi sektor, pembiayaan UMi juga masih didominasi perdagangan besar dan eceran dengan porsi mencapai 97,64 persen dari total penyaluran. (Cr5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *