SUKABUMIKITA.ID – Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan arah pembangunan tahun 2026 dan seterusnya akan difokuskan pada penanganan sampah dan penguatan infrastruktur. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, dalam Forum Perangkat Daerah (FPD) yang digelar Bappeda Kota Sukabumi, Jumat (13/02/2026) pagi.
“Untuk pembangunan tahun 2026 dan seterusnya, Pemkot harus fokus pada penanganan sampah dan infrastruktur,” tegas Bobby dalam forum yang membahas rencana kerja Bappeda tahun 2027 tersebut.
Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk merumuskan prioritas pembangunan daerah dengan menitikberatkan pada isu-isu krusial yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Hulu
Dalam arahannya, Bobby menekankan pentingnya pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, dimulai dari sumbernya (hulu).
Ia mencontohkan keberhasilan Jepang dalam mengatasi persoalan sampah melalui edukasi sejak usia dini.
“Pengelolaan memang harus dari hulu dan penting dikenalkan kepada warga kota sejak usia dini. Karena itu, Pemkot Sukabumi sering menerima kunjungan siswa PAUD untuk diberikan edukasi pengelolaan sampah,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci keberhasilan sistem pengelolaan sampah jangka panjang. Tanpa partisipasi aktif warga, kebijakan teknis tidak akan berjalan optimal.
Infrastruktur dan Kepercayaan Publik
Selain isu lingkungan, Bobby juga menyoroti pentingnya penguatan fiskal daerah yang berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan publik.
Ia menyampaikan bahwa normalisasi pajak daerah akan efektif apabila masyarakat merasakan manfaat nyata dari pembangunan.
“Orang akan memberikan hal terbaik kepada kita jika benar-benar kita layani dengan baik dan maksimal. Ketika masyarakat melihat kesungguhan pemerintah membangun, mereka akan tergerak bersama-sama meningkatkan fiskal daerah,” tambahnya.
Menurut Bobby, pembangunan infrastruktur yang baik bukan hanya soal fisik, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap keseriusan pemerintah.
Perencanaan Harus Berbasis Visi
Lebih jauh, Bobby menegaskan bahwa setiap perencanaan pembangunan harus dilandasi visi dan harapan yang kuat.
“Setiap rencana yang kita buat adalah harapan yang dapat terwujud, selama kita tidak kehilangan niat baik dan ikhtiar dalam membangun Kota Sukabumi,” katanya.
Ia menekankan pentingnya konsistensi dan kesinambungan agar program pembangunan tidak bersifat sporadis, melainkan terarah dan berkelanjutan.
Tol Bocimi dan Kawasan Industri Jadi Isu Strategis
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Hasan Asari, memaparkan sejumlah isu strategis yang menjadi fokus perencanaan 2027.
Pertama, persiapan pembangunan strategis sebagai dampak dari keberadaan Tol Bocimi yang diproyeksikan mendorong pertumbuhan wilayah dan konektivitas ekonomi.
Kedua, aktivasi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan menghadirkan pemerintah di titik-titik keramaian dan potensi usaha yang berkembang secara alami di masyarakat.
Ketiga, penyiapan kawasan industri di Kota Sukabumi guna menyerap tenaga kerja dan membuka lapangan pekerjaan baru sebagai solusi atas tantangan pengangguran.
Keempat, optimalisasi sektor ekonomi kreatif yang dinilai sangat relevan bagi karakteristik wilayah perkotaan seperti Sukabumi.
Ribuan Inovasi Disiapkan
Dalam forum tersebut terungkap bahwa hingga saat ini tercatat sekitar 1.133 inovasi telah dikirimkan oleh setiap perangkat daerah. Seluruh inovasi tersebut akan melalui proses kurasi untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutannya.
Bappeda juga berencana membentuk tim inovatif yang terdiri dari aparatur perangkat daerah berprestasi untuk mentransfer pengalaman dan pengetahuan kepada OPD lainnya.
Melalui FPD ini, Pemkot Sukabumi menegaskan komitmennya menyusun perencanaan yang responsif, realistis, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan fokus pada pengelolaan sampah, penguatan infrastruktur, dan pengembangan ekonomi, arah pembangunan 2027 diyakini mampu mendorong Kota Sukabumi menjadi lebih tertata, produktif, dan berkelanjutan. (Cr5)
