DPRD Kota Sukabumi Soroti Pelayanan SPPG Selama Ramadhan, Inggu Sudeni Desak Evaluasi Total

SUKABUMIKITA.ID – Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKS, Inggu Sudeni, menyoroti pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan. Ia menilai kualitas pelayanan yang diberikan di sejumlah wilayah, khususnya di Sukabumi, tidak lagi sesuai dengan standar gizi yang seharusnya diterima anak-anak.

Kekecewaan tersebut disampaikan Inggu melalui akun media sosial pribadinya. Dalam unggahannya, ia menyoroti berbagai persoalan terkait menu MBG selama Ramadhan, termasuk dugaan berkurangnya kualitas dan kuantitas makanan yang diterima siswa.

“Serba-serbi menu MBG di bulan Ramadhan, SPPG itu sudah dapat bagian 2000 per porsi, cik atuh hak anak-anak mah jangan diambil juga,” tulisnya beberapa awktu lalu.

Menurut Inggu, dirinya telah mengumpulkan puluhan foto dan video berisi keluhan dari masyarakat, orang tua siswa, hingga pihak sekolah. Mayoritas laporan tersebut menyoroti penurunan kualitas pelayanan SPPG, terutama dalam pemenuhan standar gizi serta kebersihan makanan yang dibagikan kepada peserta didik.

Ia menegaskan, SPPG tidak boleh bertindak semaunya dalam mendistribusikan jatah makanan bagi para penerima manfaat MBG, terlebih pada bulan Ramadhan ketika asupan gizi anak tetap harus terjaga meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.

“SPPG jangan seenaknya mengambil jatah anak penerima MBG. Apalagi di bulan Ramadhan ini,” tegasnya, Kamis (26/02/2026).

Lebih lanjut, Inggu juga mendorong Satuan Tugas (Satgas) MBG agar tidak tinggal diam apabila ditemukan dugaan pelanggaran di lapangan. Ia meminta adanya langkah tegas terhadap pihak yang terbukti tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan.

“Saya mendorong Satgas MBG jangan diam saja. Tindak tegas SPPG yang nakal,” ujarnya.

Dalam unggahan tersebut, Inggu turut memperlihatkan foto pembagian MBG di salah satu sekolah, termasuk di sekolah anaknya sendiri. Ia menyoroti kondisi plastik pembungkus makanan yang terlihat lengket, diduga akibat gula dari donat atau susu yang tumpah di dalam kemasan. Menurutnya, kondisi itu mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap aspek kebersihan dan kualitas distribusi makanan.

Ia menilai persoalan serupa tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi hampir merata di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Masih adanya oknum SPPG yang dinilai tidak bekerja secara profesional disebut berdampak langsung terhadap kualitas makanan yang diterima siswa.

Sebagai wakil rakyat, Inggu berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam aspek pengawasan standar gizi, kebersihan kemasan, serta transparansi distribusi anggaran. Ia menegaskan bahwa hak anak-anak sebagai penerima manfaat harus dijaga dan dipastikan terpenuhi sesuai tujuan awal program.

“Program ini baik, tapi pelaksanaannya harus diawasi dengan serius. Jangan sampai niat baik negara justru dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (Cr5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *