SUKABUMIKITA.ID – Momentum Ramadhan 1447 Hijriah kembali dimanfaatkan sebagai penguatan ekonomi kerakyatan. Anggota DPRD Kota Sukabumi, Anita Fajarianti, memborong bazar takjil di kawasan Cipanengah, Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kota Sukabumi.
Sejumlah produk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari 25 pedagang, diborong langsung oleh anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut. Mereka menjajakan beragam menu berbuka puasa, mulai dari makanan ringan, aneka minuman, hingga hidangan siap santap.
Dalam kegiatan tersebut, setiap pelaku UMKM menyediakan antara 25 hingga 40 paket takjil yang kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat untuk berbuka puasa. Seluruh paket tersebut dibeli langsung sehingga para pelaku usaha tetap memperoleh keuntungan.
Anita menegaskan, Ramadhan tidak hanya identik dengan peningkatan aktivitas ibadah, tetapi juga memiliki dimensi ekonomi yang signifikan.
“Ramadhan harus mampu menjadi penggerak UMKM. Saat usaha kecil bergerak, dampaknya langsung terasa pada ekonomi warga,” ujarnya, Rabu (25/02/2026).
Dalam kegiatan itu, Anita juga melakukan transaksi langsung dengan membeli produk para pedagang. Takjil yang dibeli kemudian dibagikan kepada masyarakat serta masjid di sekitar lokasi kegiatan.
Pendekatan ini dinilai sebagai intervensi sederhana namun efektif. Tidak sekadar kegiatan sosial berbagi, langkah tersebut memastikan para pelaku UMKM memperoleh manfaat ekonomi secara nyata di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat selama Ramadhan.
Menurutnya, ketahanan ekonomi daerah sangat bergantung pada keberlangsungan usaha kecil. Dukungan terhadap UMKM harus hadir secara konsisten, terutama pada momentum dengan potensi konsumsi tinggi seperti bulan suci.
“Kita ingin UMKM tetap optimis. Usaha kecil bukan pelengkap ekonomi, melainkan fondasi utama ekonomi lokal,” tegasnya.
Kegiatan bazar takjil tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar. Selain membantu masyarakat mendapatkan hidangan berbuka secara gratis, kegiatan ini juga memperkuat kepedulian sosial dan mempererat silaturahmi antar warga.
Ramadhan kembali menunjukkan perannya bukan hanya sebagai bulan spiritual, tetapi juga sebagai momentum memperkuat denyut ekonomi masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat berbagi dan solidaritas sosial. (Cr5)
