Cegah Anak Kecanduan Gawai, Pesantren Kilat Jadi Pilihan Warga Sukabumi

Gambar ilustrasi, sumber foto: Istimewa.

SUKABUMIKITA.ID Mengisi masa libur panjang sekolah, sejumlah orang tua di Sukabumi memilih memasukkan anak-anak mereka ke dalam kegiatan pesantren kilat. Program keagamaan ini dinilai efektif untuk mengisi waktu luang anak dengan aktivitas positif, sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan spiritual.

Salah satu pesantren yang ramai diminati berada di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Sejak awal libur sekolah, pesantren tersebut menerima puluhan anak dari berbagai wilayah di Sukabumi dan sekitarnya. Para orang tua tampak antusias mengantarkan anak-anak mereka untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung selama hampir dua pekan.

Erni, warga Kecamatan Sukaraja, mengaku dengan senang hati memasukkan anaknya ke pesantren kilat tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi solusi agar anak tidak menghabiskan waktu libur hanya dengan bermain gawai di rumah.

“Selama 12 hari anak-anak ikut pesantren kilat. Masuknya jam delapan pagi, pulang sore setelah Ashar. Daripada di rumah sibuk main HP, lebih baik di sini,” ujar Erni saat ditemui, Kamis (01/01/2026).

Hal serupa juga disampaikan Indra, warga yang tinggal di sekitar lokasi pesantren. Ia mengantarkan kedua anaknya untuk mengikuti kegiatan pesantren kilat yang sama.

“Alhamdulillah, daripada di rumah. Di sini selain mengaji, anak-anak juga nambah teman. Pesertanya ada dari mana-mana, jadi mereka bisa bersosialisasi,” katanya.

Indra menambahkan, selain manfaat pendidikan agama dan sosial, biaya yang terjangkau menjadi alasan banyak orang tua memilih pesantren kilat tersebut. “Biayanya juga murah, cuma Rp10 ribu per hari. Sangat terjangkau untuk kegiatan yang positif seperti ini,” jelasnya.

Selama kegiatan pesantren kilat, para peserta mendapatkan materi mengaji, pembelajaran akhlak, praktik ibadah, serta aktivitas kebersamaan yang dirancang untuk menumbuhkan kedisiplinan dan kebiasaan baik sejak dini.

Para orang tua berharap, kegiatan pesantren kilat ini tidak hanya menjadi pengisi waktu libur sekolah, tetapi juga mampu memberikan bekal nilai-nilai keagamaan yang dapat diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. (Cr5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *