SUKABUMIKITA.ID – Momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kota Sukabumi sebagai ruang strategis memperkuat jaring pengaman sosial masyarakat. Hal itu tercermin dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Sukabumi, Sabtu (28/02/2026) petang, dan dihadiri para Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) se-Kota Sukabumi.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, sebagai bagian dari konsolidasi antara pemerintah daerah dan relawan sosial yang berada di garda terdepan penanganan persoalan kemasyarakatan.
Tegaskan Penanganan Sosial Tidak Boleh Parsial
Sehari sebelumnya, saat menghadiri kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) di Kelurahan Baros, Ayep Zaki telah menegaskan pentingnya sinergi dan integrasi program sosial.
Ia mengingatkan agar gerakan sosial tidak berjalan secara terpisah-pisah sehingga persoalan di masyarakat tidak terselesaikan secara menyeluruh.
“Jangan sampai kegiatan sosial terpisah-pisah, sehingga masalah sosial tidak selesai. Artinya, penanganan dan penyelesaian masalah sosial belum memenuhi ketentuan yang sebenar-benarnya,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi landasan bahwa strategi sosial harus dirumuskan secara tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan agar kompleksitas persoalan di akar rumput dapat diurai hingga tuntas.
Tren Positif Penurunan Kemiskinan
Optimisme pemerintah kota didukung oleh capaian indikator sosial ekonomi yang menunjukkan tren membaik. Tingkat kemiskinan di Kota Sukabumi berhasil ditekan dari 7 persen pada 2024 menjadi kisaran 6,35–7,02 persen pada 2025.
Pemerintah bahkan menargetkan angka kemiskinan menyentuh 6 persen pada 2026.
Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga dijaga tetap stabil. Setelah berada di angka 8 persen pada 2024 dan rentang 7,84–8,54 persen pada 2025, pemerintah menargetkan stabilitas di kisaran 8 persen pada 2026.
Data tersebut memperkuat urgensi konsolidasi antara pembuat kebijakan dan pelaksana lapangan agar capaian tersebut tidak hanya bertahan, tetapi terus membaik.
Integrasi Program dan Efektivitas Anggaran
Silaturahmi Ramadan ini dinilai memiliki makna strategis bagi tata kelola birokrasi. Dengan duduk bersama antara pemerintah dan PSM, program sosial dapat diintegrasikan dalam satu sistem yang lebih efisien dan terkoordinasi.
Sinkronisasi data lapangan menjadi lebih akurat, kebijakan tidak tumpang tindih, serta bantuan sosial dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Pendekatan ini juga berimplikasi pada peningkatan efektivitas serapan anggaran daerah. Bantuan yang diberikan tidak lagi bersifat konsumtif semata, tetapi dirancang agar berdampak jangka panjang dan mampu memutus rantai persoalan sosial.
Bangun Kepercayaan dan Optimisme Publik
Penguatan peran PSM yang terhubung langsung dengan visi kepala daerah diyakini mampu menghadirkan solusi yang lebih substansial bagi warga. Aspirasi masyarakat di tingkat rukun tetangga dapat disampaikan lebih cepat dan ditindaklanjuti secara presisi oleh pemerintah kota.
Konsolidasi ini sekaligus menumbuhkan rasa inklusi dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Kehadiran kepala daerah dalam merumuskan solusi bersama relawan sosial menciptakan optimisme kolektif bahwa persoalan kemiskinan, pengangguran, dan kerentanan sosial dapat ditangani secara sistematis.
Dengan harmoni antara kebijakan strategis dan eksekusi lapangan yang solid, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis jaring pengaman sosial akan semakin kokoh, sekaligus membawa daerah melangkah menuju masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera. (Cr5)
