BGN Perkuat Keamanan Pangan Program MBG di Sukabumi, SPPG Dibekali Rapid Test Food Security Kit

SUKABUMIKITA.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah konkret dilakukan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sosialisasi Penggunaan Rapid Test Food Security Kit yang digelar oleh Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Bogor, yang menaungi Kota Sukabumi dan enam daerah lainnya.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, dan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Sukabumi. Rakor ini menjadi bagian penting dari upaya pencegahan risiko keamanan pangan, khususnya pada bahan makanan yang dikonsumsi anak-anak penerima manfaat Program MBG.

Para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif, mulai dari pemahaman konsep keamanan pangan, tata cara penggunaan rapid test food security kit, pengenalan parameter akurasi hasil pengujian, hingga simulasi praktik pengujian mandiri terhadap bahan pangan sebelum diolah dan disajikan.

Baca Juga: Rakor Satgas MBG, Pemkot Sukabumi Siap Jadi Percontohan Nasional

Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan Program MBG berjalan aman, sehat, dan sesuai standar.

“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, dilakukan sosialisasi penggunaan rapid test kit ini. Alhamdulillah, di Kota Sukabumi terdapat 46 SPPG dan sejauh ini pelaksanaan MBG berjalan aman dan terkendali,” ujar Andri saat diwawancarai, Senin (02/02).

Ia menjelaskan, sosialisasi penggunaan rapid test food security kit yang melibatkan kepala dapur dan tenaga ahli gizi SPPG tersebut menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia, dan berawal dari inisiatif DKP3 Kota Sukabumi. Hal ini sekaligus menegaskan posisi Kota Sukabumi sebagai daerah percontohan dalam penguatan sistem pengawasan pangan Program MBG.

Menurut Andri, dengan tersedianya alat uji cepat dari BGN, setiap SPPG diharapkan mampu melakukan deteksi dini terhadap potensi cemaran berbahaya pada bahan pangan. Deteksi ini dilakukan sebelum bahan makanan masuk ke tahap pengolahan, sehingga risiko pangan tidak aman dapat ditekan sejak awal.

“Oleh sebab itu dilakukan pelatihan ini. Harapannya, seluruh peserta benar-benar memahami dan mampu menggunakan alat rapid test food security kit dengan baik untuk mendukung keamanan pangan program MBG,” tandasnya.

Baca Juga: Danny Ramdhani: MBG Perlu Evaluasi, Skema Penyaluran Langsung Bisa Jadi Solusi

Dalam sosialisasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis alat uji cepat yang memiliki fungsi spesifik. Alat tersebut digunakan untuk mendeteksi residu pestisida pada sayuran dan buah-buahan, formalin pada mie basah, tahu, dan ikan, serta boraks yang kerap disalahgunakan pada bakso, kerupuk, dan produk olahan sejenis.

Tak hanya itu, rapid test food security kit juga mampu mendeteksi kandungan nitrit berlebih pada daging olahan, memastikan ayam potong bukan berasal dari ayam mati sebelum disembelih atau ayam tiren, serta menguji kadar histamin pada ikan laut guna mencegah risiko keracunan akibat konsumsi ikan yang tidak segar.

Melalui rakor ini, BGN bersama Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmen kuat dalam menjaga mutu dan keamanan pangan Program MBG. Prinsip utama yang terus ditekankan adalah bahwa pangan tidak cukup hanya bergizi, tetapi juga harus aman untuk dikonsumsi.

Sebagaimana ditegaskan dalam kegiatan tersebut, keamanan pangan menjadi fondasi utama keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis, dengan moto yang terus digaungkan: “Bukan pangan, kalau tidak aman.” (Cr5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *