SUKABUMIKITA.ID – BCA Digital mencatat adanya tren peningkatan signifikan jumlah investor ritel, khususnya dari kalangan anak muda, yang didorong oleh meningkatnya literasi keuangan serta kemudahan layanan finansial berbasis teknologi digital. Investasi kini tidak lagi dipandang rumit, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup finansial sehari-hari.
Head of Digital Business BCA Digital, Edwin Tirta, mengatakan transformasi ini tercermin dari lonjakan jumlah investor ritel di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kemudahan akses dan inovasi digital berperan besar dalam mendorong partisipasi masyarakat, terutama generasi muda, di pasar modal.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor saham tercatat mencapai 8.461.938 Single Investor Identification (SID) hingga akhir 2025. Angka tersebut meningkat 32,6 persen dibandingkan akhir 2024 yang sebanyak 6.381.444 SID. Secara keseluruhan, jumlah investor pasar modal Indonesia kini telah menembus 20 juta SID.
Edwin menilai, peningkatan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh membaiknya literasi keuangan, tetapi juga perubahan struktur demografi investor. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan mayoritas investor baru berasal dari kelompok usia 25 hingga 35 tahun.
“Generasi ini menyukai layanan yang serba cepat, digital, aman, dan praktis. Namun, kami juga melihat masih ada tantangan yang dihadapi investor pemula,” ujar Edwin dalam keterangannya tertulisnya, Minggu (04/01/2026).
Ia menjelaskan, salah satu hambatan utama bagi investor pemula adalah kompleksitas administrasi serta proses top-up dana yang terpisah-pisah antara rekening bank dan rekening investasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, BCA Digital menghadirkan inovasi yang mempermudah proses investasi.
Melalui aplikasi blu by BCA Digital, perusahaan menghadirkan fitur bluRDN yang memungkinkan nasabah membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) dan mengelola dana investasi secara langsung dalam satu aplikasi. Setelah saldo tersedia di bluRDN, nasabah dapat melakukan transaksi saham melalui aplikasi BCA Sekuritas Mobile yang telah terintegrasi.
Edwin menambahkan, bluRDN dirancang agar pengalaman berinvestasi terasa lebih ringan dan mudah diakses oleh semua kalangan, khususnya investor pemula. “Tujuannya agar nasabah bisa fokus pada visi dan strategi berinvestasi, bukan pada kerumitan prosedur. User experience bluRDN dibuat sesimpel mungkin supaya setiap langkah terasa nyaman dan effortless,” katanya.
Lebih lanjut, bluRDN dikembangkan sebagai solusi investasi yang efisien dengan mengandalkan layanan sepenuhnya digital, top-up tanpa biaya, integrasi kuat dengan BCA Sekuritas, serta transparansi pemantauan kinerja portofolio saham dan riwayat transaksi secara real-time.
Head of Product Services Development BCA Sekuritas, Devi Susanti, menambahkan integrasi layanan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa aman dan kepercayaan diri investor dalam memulai investasi di pasar modal. “Dengan proses yang saling tersambung, investor dapat memulai investasi dengan rasa aman dan kepercayaan diri yang lebih tinggi,” ujarnya. (Cr5)
