SUKABUMIKITA.ID — Bencana banjir bandang melanda permukiman warga di Kampung Cikidang, Kabupaten Sukabumi, tepatnya di wilayah RW 02 dan RW 03, pada Jumat (31/01/2026) malam. Hingga saat ini, status di lokasi kejadian masih ditetapkan sebagai darurat, sebagaimana laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi.
Meski debit air dilaporkan telah berangsur surut, dampak bencana masih dirasakan kuat oleh warga terdampak. Lumpur tebal yang terbawa arus banjir memasuki rumah-rumah warga, menyisakan kerusakan pada perabotan serta mengganggu aktivitas masyarakat yang hendak kembali beraktivitas normal.
Lingkungan permukiman tampak dipenuhi material sisa banjir, mulai dari lumpur, bebatuan, hingga sampah yang terbawa arus dari hulu sungai. Kondisi ini membuat warga kesulitan membersihkan rumah secara mandiri tanpa bantuan peralatan dan personel tambahan.
Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan bahwa proses evakuasi dan pembersihan material banjir harus segera dilakukan mengingat jumlah bangunan yang terdampak cukup banyak.
“Ini menyampaikan laporan sementara banjir bandang Kampung Cikidang RW 02 dan RW 03. Laporan lengkap menyusul. Dikarenakan kondisi masih darurat dan rumah yang terdampak lebih dari 20 rumah, dimohon bantuannya personel dan alat untuk pembersihan lokasi terdampak,” ujar Daeng, Jumat malam.
Baca Juga: BPBD Bantah Warga Diminta Patungan Solar Alat Berat Penanganan Bencana di Sukabumi
Berdasarkan data sementara BPBD, sedikitnya lebih dari 20 rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan air bercampur lumpur. Petugas gabungan hingga kini masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan mendesak warga terdampak.
Seiring dengan surutnya air, fokus penanganan di lapangan kini mulai bergeser dari evakuasi warga menuju pembersihan permukiman. Namun demikian, keterbatasan peralatan menjadi tantangan utama dalam mempercepat proses pemulihan lingkungan.
Daeng menyebutkan, sejumlah kebutuhan mendesak saat ini antara lain alat alkon atau pompa air, cangkul, sekop, serta peralatan kebersihan lainnya guna mengangkat lumpur pekat yang mengendap di dalam rumah dan jalan lingkungan.
“Air sudah mulai surut, sekarang kami masih melakukan patroli dan pengecekan lokasi hingga ke hilir sungai,” tambahnya.
Baca Juga: TPT Sungai Ciseureuh Ambruk, Warga Sukakarya Khawatir Risiko Banjir
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, aparat pemerintah setempat, serta relawan masih bersiaga di sekitar lokasi bencana. Pemantauan dilakukan sepanjang aliran sungai untuk mengantisipasi potensi banjir susulan, sekaligus memastikan kondisi wilayah hilir tetap dalam keadaan aman.
BPBD Kabupaten Sukabumi berharap dukungan tambahan berupa personel dan peralatan dapat segera diterjunkan ke lokasi. Dengan demikian, proses pembersihan pascabanjir dapat berlangsung lebih cepat, sehingga warga Kampung Cikidang dapat segera memulihkan lingkungan tempat tinggalnya dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari. (Cr5)
